❤ Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian ❤ – Muadz bin Jabal Radhiyyallahu anhu -

Wednesday, May 14

Menuntut Ilmu Bagi Muslimah



Wanita adalah seorang pribadi yang dibebani kewajiban-kewajiban sebagaimana laki-laki. Maka wajib baginya untuk mencari ilmu tentang kewajiban-kewajiban yang dibebankan padanya agar ia dapat menunaikan itu dengan keyakinan.

Ketahuilah wahai muslimah, bahwa keluarnya wanita untuk menuntut ilmu adalah boleh (yang jika dia tidak mempelajari ilmu itu maka ibadahnya akan mengalami cacat). Islam memberikan syarat dan adab-adab kepada wanita ketika keluar rumah untuk menuntut ilmu. Diantara syarat yang paling penting adalah:


1. Tidak adanya mahrom yang dapat mengajarinya.


Jika ada mahrom yang dapat mengajarinya seperti ayah, saudara laki-laki atau suami maka itu telah mencukupi dia daripada keluar. Akan tetapi jika tidak ada yang dapat mengajarinya maka ia wajib bertanya dan belajar

2.Adanya kebutuhan yang mendesak untuk keluar rumah

seperti dia mempunyai masalah syar’i yang keadaannya mengharuskan untuk dijawab. Sedangkan ia tidak mendapati diantara mahramnya yang mengetahui jawabannya.

3. Memilih dengan baik kepada siapa dia bertanya.

Dia tidak bertanya kepada masyaikh laki-laki kecuali bila tidak ada wanita yang dapat mengajarinya. Dan dia tidak bertanya kepada masyaikh yang masih muda kecuali apabila tidak ada masyaikh yang sudah lanjut usia.

4. Mempersingkat waktu sesuai dengan kebutuhan untuk menjawab.

Ketika masyaikh menjawab pertanyaannya, tidak boleh bagi wanita tersebut memperbanyak pembicaraan dengan masyaikh, karena khawatir terjadi fitnah.

5. Tidak bercampur baur atau menyepi dengan syaikh atau laki-laki yang ada dalam majelisnya.

Sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam:

“Janganlah seorang laki-laki menyepi dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita itu”

(Hadits Shahih Bukhari, Muslim dan Nasa’i dalam usyroh an-nisaa’ 336).

Tidak diragukan lagi bahwa apabila seorang laki-laki dan seorang wanita berkumpul dalam satu tempat, maka setan bermaksud jahat terhadap keduanya. Setan membisikkan ke dalam hati-hati mereka agar saling melihat tempat kecantikan dan fitnah. Dan mereka tidak akan amandari fitnah ini kecuali dengan meninggalkanikhtilath dan khulwah dengan laki-laki asing.

6. Menundukkan pandangan dan bertanya dari balik hijab.

Firman Allah dalam QS:Al-Ahzab 53:

Apabila kalian meminta suatu keperluan kepada mereka/istri-istri Nabi, maka mintalah dari balik hijab/tabir. Apabila seorang wanita membuka tempat fitnah pada dirinya bagi laki-laki, maka dia telah menjadikan satu tempat masuk bagi syetanke dalam hatinya dan hati laki-laki itu.

Nabi Shallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan kepada Bani Adam bagiannya dari zina, dia pasti mendapatkan hal itu.Maka zinanya mata adalah memandang, zinanya lisan berucap, zinanya jiwa adalah berharap dan berkeinginan, dan kemaluan akan membenarkan atau mendustakan hal itu”.

(Hadits Shahih riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasa’i dalam al-Kubro)
Adapun adab-adab yang paling penting yang diwajibkan kepada seorang wanita apabila keluar rumah untuk menuntut ilmu dan selainnya adalah:

1. Senantiasa memakai hijab dan busana yang syar’i.

Allah Ta’ala berfirman (An-Nuur:31):

“Janganlah mereka para wanita menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak daripadanya dan hendaklah mereka menutupkan kerudung-kerudung mereka diatas dada mereka”.

2. Tidak menampakkan perhiasan


Firman Allah (Al-Ahzab:33)

“ Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang terdahulu”..

Nabi Shallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Dua golongan ahli neraka yang aku tidak pernah melihat keduanya adalah satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi.Mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. Dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka menyimpang dari kebenarandan condong pada kejelekan. Kepala mereka seperti punuk onta yang miring. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapatkan baunya syurga. Sesungguhnya bau syurga benar-benar dapat tercium dari jarak perjalanan sebegini dan sebegini” (HSR Muslim)

3. Tidak memakai wangi-wangian

Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu’anhuma berkata bahwa Rasulullah shallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum agar mereka mendapatkan/mencium baunya, maka ia adalah pezina’. (HSR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)

dikutip dari : Majalah As-Sunnah

info ngaji-online : Ikuti kajian Live

Jam 16.25 WIB
Bersama Ustadz Abdulloh Zain, LC (Mahasiswa S2, Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah KSA)
Materi PELEBUR DOSA
Jam 20.00 WIB
Bersama Ustadz Anas Burhanudin (Mahasiswa S3, Jurusan Fiqih Universitas Islam Madinah KSA)
Materi : KEUTAMAAN IKLASH

UNTUK MENGIKUTI SILAHKAN ADD ID ngaji.online untuk minta di invite ke konference
info lebih lengkap di
http://ngaji-online.co.cc atau
http://ngaji-online.com

Tuesday, May 13

dauroh di medan

HADIRILAH BERAMAI-RAMAI….

Silaturahmi Akbar ke IV 2008

dengan Tema
"MENGGAPAI SYURGA TERTINGGI DENGAN AKHLAQ MULIA"
diangkat dari buku karya Ummu Annas

BERSAMA
Ust Abu Haydar As-Sundawy (Bandung)

Yang Insya Allah diadakan Pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 20 Mei 2008
Pukul : 09.00 wib s.d selesai
Tempat : Masjid Agung Medan di Jl. Diponegoro No.2 Medan
(Samping Kantor Gubernur Medan)

Acara ini diselenggarakan oleh:
Yayasan Minhajussunnah Medan-Indonesia

CP.
Abu Fathimah- 08126579411
novri- 081361312676

*di kutip dr milist assunnah

Sunday, May 4

air matanya tak pernah kering


Yazid bin mursyid (air matanya tak pernah kering)
oleh : Muhammad bin hamid abdul wahab


diriwayatkan dari abdurrahman bin yazid,dia berkata,"aku bertanya kepada Yazid bin Mursyid,`mengapa aku tidak pernah melihat air matamu kering dari kedua matamu? mengapa kamu selalu menangis?`

dia balik bertanya,`mengapa pula kamu bertanya seperti itu?`

aku jawab,`semoga Allah memberi manfaat kepadaku dengan pertanyaan itu.`

dia berkata,`demikianlah,sebagaimana kamu lihat sendiri!`

aku bertanya,`apakah kamu menangis juga saat kamu sendiri?`

dia menjawab,`demi Allah seperti itulah yg aku alami.seringkali makanan telah terhidang dihadapanku,tiba2 saya tidak berselera.bahkan,air matakupun mengalir pada saat aku mendekati isteriku,yg membuat aku menjauhinya.sampai2 pernah istriku menangis,terlebih lagi anak2ku.hanya saja mereka tidak mengetahui ,apa yg menyebabkan kami semua menangis.bahkan suatu ketika isteriku berkata,celaka kamu,apa2an ini? penderitaan macam apa yg akan engkau timpakan padaku sebagai seorng wanita muslimah? percuma hidup bersama kamu! selama ini,aku tidak pernah bahagia sebagaimana yg dirasakan wanita-wanita yang bersuami!`

aku bertanya,`sebenarnya,apa yang kamu inginkan?`

dia menjawab,`ketahuilah saudaraku,demi Allah,selama ini Allah subhanahuwata `ala tidak pernah berjanji kepadaku,bahwa sekiranya aku berbuat maksiat kepadaNYA maka tidak ada pilihan selain aku dikunci di dalam kamar mandi yg tentu membuatku menangis tersedu-sedu.bagaimanakah pula menurut pendapatmu,jika Allah menjanjikan bahwa aku akan dipenjarakan di dalam api neraka? tidak sekedar disekap didalam kamar mandi` (al-muntazmam,6/292)

dikuti dari 99 kisah orang shalih ,kisah 1