❤ Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian ❤ – Muadz bin Jabal Radhiyyallahu anhu -
Showing posts with label audio. Show all posts
Showing posts with label audio. Show all posts

Wednesday, February 4

Sikap Muslim dalam Menyikapi Dunia

Tema : Sikap Muslim dalam Menyikapi Dunia
Pemateri : Ustadz Maududi Abdullah

Dalam kajian ini, akan dibicarakan bagaimana kita seharusnya berhadapan dengan dunia. karena sesungguhnya dunia adalah sesuatu yg sangat menipu, dunia adalah sesuatu yg dapat melenakan manusia.seandainya kita tidak dapat menghadapi sesuai dengan yg diajarkan Al Qur’an dan Assunnah. Allah dalam Al Qur’an tidak pernah memuji dunia sekalipun, dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tidak pernah memuji dunia dalam hadits-hadits beliau
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al A’laa, ayat 16-17 :
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Lalu bagaimana sikap kita dalam menghadapi dunia yg tidak kekal ini ? untuk selengkapnya silahkan dengarkan kajian berikut ini, semoga bermanfaat bagi kita semua

***

dengar kajiannya disini
taken from radio rodja

Sunday, January 11

AUDIO: Bedah Buku ISTRI SHALIHAH, ANUGERAH TERINDAH ~♥~ (Ustadz Abu Haidar)

Ketika seorang pemuda berpikir untuk menikah, maka pastilah ia meletakkan target di pelupuk matanya, apa tujuan ia menikah? Bertolak dari sinilah dia mulai mencari dan ikhtiar.

Jika dia telah memasang target untuk memilih istri yang cantik, maka dia akan mencari tahu siapa yang layak untuk dilamar. Dia akan menanyakan keadaan seorang gadis dan tentang seberapa kecantikannya setiap kali bertemu seseorang.



Adapun yang lain, ketika (targetnya) ingin mendapatkan materi (harta) dengan menikah, maka Anda akan melihat ia mencari gadis yang kaya, dan mensyaratkan calon istrinya harus sudah memiliki gaji tetap misalnya, jika tidak, maka dia akan mengurungkannya.

Sedangkan yang lain, ada yang menikah untuk mendapatkan kehormatan. Andai saja seorang wanita memiliki semua kelebihan selain syarat ini, maka dia mengurungkannya.

Berbeda dengan orang yang menjadikan agama sebagai pertimbangan utama untuk menikah, maka Anda melihat ia mencari istri di tempat-tempat yang kondusif dalam kebaikan (misalnya pesantren atau tempat pengajian), dia akan bertanya di rumah-rumah yang memungkinkan dan menanyakan tentang wanita shalihah hingga dia mendapatkannya.

Target seseorang untuk menikah tak akan keluar dari empat kemungkinan di atas. Akan tetapi, wanita yang paling istemewa adalah wanita yang memiliki agama yang baik, karena dia akan menghasilkan buah-buahan yang dekat dan panen yang baik, di dunia apalagi di akhirat. Kemudian, marilah selalu memperbaiki diri jika ingin mendapatkan seorang wanita shalihah yang baik agama dan akhlaknya, karena wanita shalihah pun pasti akan mencari seorang lelaki yang shalih yang baik agama dan akhlaknya pula. Sesungguhnya wanita mulia yang menjaga kehormatannya tidak akan menyombongkan dirinya di hadapanmu dengan harta dan kecantikan yang ada padanya. Tidak pula dengan kedudukan dan nasab (keturunannya).

Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu mengkhabarkan dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :

“Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Abdullah bin Amr ibnul Ash rahimahullah mengkhabarkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum : 21)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya (3/473) :

“Termasuk kesempurnaan rahmat Allah Subhaanahu wa Ta’ala kepada anak Adam: Dia jadikan istri-istri mereka dari jenis mereka sendiri. Dan ditumbuhkan antara mereka “mawaddah” yaitu cinta dan “rahmah” yaitu kasih sayang. Karena seorang laki-laki menahan seorang wanita untuk tetap menjadi istrinya bisa karena ia mencintai wanita tersebut atau karena ia iba dan kasihan terhadapnya, dimana ia telah mendapatkan anak dari wanita tersebut atau wanita itu butuh padanya untuk mendapatkan belanja atau karena kedekatan di antara keduanya dan alasan selain itu.”

Nah, pada kesempatan kali ini, kami sajikan rekaman kajian bedah buku Istri Shalihah Anugerah Terindah buah pena dari Syaikh Abdul Malik Al Qasim. Kajian yang menarik ini, sangat baik untuk didengarkan oleh para pemuda yang mendambakan surga dunia, juga sangat cocok jika didengarkan para muslimah yang mendambakan pangeran sejati. Kajian ini disampaikan oleh seorang ustadz Ahli Sunnah yang insya Allah sudah tidak diragukan lagi keilmuannya, yaitu Al Ustadz Abu Haidar al Sundawy (da’i kota Bandung). Melalui gaya bahasa beliau yang sangat memukau dalam memaparkan setiap materi kajian, sangat rugi jika Anda belum mendengarkan kajian yang bermanfaat ini. Oleh karena itu, silakan download kajian tersebut di http://www.salafishare.com/245A1VN15L1D/N60VQLN.mp3
***
salafyunpad.wordpress.com

Saturday, July 5

Powered by eSnips.com