❤ Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian ❤ – Muadz bin Jabal Radhiyyallahu anhu -

Saturday, January 21

Adab dan sebab terkabulnya do`a

Adab dan sebab terkabulnya do`a

Assalamualaykum warahmatullah

Segala puji hanya bagi Alloh,hanya milikNya,hanya kepadaNya kita memuji memohon pertolongan dan memohon ampun.

Diantara adab berdo`a dan beberapa faktor penyebab dikabulkannya do`a adalah sebagai berikut:

1.Ikhlas karena Alloh Azzawajalla semata ( QS.Al-Mu`min :14,Al-Bayyinah :5 )

2.Menagawali dengan pujian dan sanjungan kepada Allah,lalu diikuti dengan membaca shalawat atas Rasulullah SalallahuAlaihiWasallam dan diakhiri dengannya

3.Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do`a,serta yakin akan dikabulkan.

4.Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo`a dan tidak terburu-buru

5.Menghadirkan hati dalam berdo`a

6.Memanjatkan do`a baik dalam keadaan lapang maupun susah

7.Tidak boleh berdo`a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata

8.Tidak mendo`akan keburukan kepada keluarga,harta,anak dan diri sendiri

9.Merendahkan suara ketika berdo`a yaitu antara samar dan keras ( QS.Al-A`raf :55,205 )

10.Mengakui dosa yang telah diperbuat,lalu memohon ampunan atasnya,serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut

11.Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam berdo`a

12.Tadharru`( merendahkan diri ),khyusu`,raghbah ( berharap untuk dikabulkan )dan rahbah ( rasa takut tidak dikabulkan ).(QS.Al-Anbiyya`:90)

13.Mengembalikan ( hak orang lain ) yang di dzalimi disertai dengan taubat

14.Memanjatkan do`a tiga kali

15.Menghadap kiblat

16.Mengankat kedua tangan dalam berdo`a

17.Jika mungkin berwudhu` terlebih dahulu sebelum berdo`a * 2

18.Tidak berlebih-lebihan dalam berdo`a *3

19.Bewtawassul kepada Allah dengan Asmaa`ul Husna dan sifat-sifatNya yang Mahatinggi,atau dengan amal shalih yang pernah di kerjakannya sendiri atau dengan do`a seorang shalih yang masih hidup*4

20.Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenalkan harus berasal dari usaha yg halal

21.Tidak berdo`a untuk suatu dosa atau memutuskan silaturahmi

22.Menjauhi segala bentuk maksiat

23.Harus menegakkan amar ma`ruf nahi mungkar

24.Hendaklah orang yang berdo`a memulai dengan mendo`akan diri sendiri,jika dia hendak mendo`akan orang lain*5

catatan kaki:

*1).Lihat penjelasan ini disertai dalil-dalilnya dalam kitab

①.Adz-dzikir wad du`aa` minal Kitab was sunnah.hal 88-100

②.Shahih al Adzkaar-Imam Nawawi,II/955-969

③.Ad-Daa` wad Dawaa`-Imam Ibnu Qayyim.hal 14-21tahqiq syaikh Ali Hasan

④.Ad-Du`aa`-Syaikh Husain `Awayisyah.hal 17-32,DLL

*2).Nabi pernah berwhudu`lalu mengangkat kedua tangannya untuk berdo`a:" Ya Allah,ampunkanlah `Ubaid Abi `Amir...( HR.Al-BUkhari;4323,Muslim;2498 )

*3)Misalnya:Tidak meminta sesuatu yg mustahil,Mengeraskan suara dengan keras

*4) Adapun tawassul dengan org yang telah wafat tidak di bolehkan,tidak ada contoh dari Rasulullah dan tidak juga dari para sahabatnya,bahkan ini adalah perbuatan bid`ah bahkan bisa jatuh kedalam perbuatan syirik.lihat At-Tawassul Anwaa`uhu Ahkaamuhu oleh syaikh Al-Albani

*5) Rasulullah mengawali doa untuk diri beliau sendiri.Dan ada pula riwayat bahwa beliau SalallahuAlaihiWasallam pernah tidak memulai dengan dirinya sendiri,seperti doa beliau untuk Anas,Ibnu Abbas,Ummu Ismail,dll.rincinya dalam kitabSyarh an Nawawi li Shahih Muslim,Albukhari disertai dgn Fathul Baari

Disadur dari : Adab dan Sebab terkabulnya doa`a menurut al-Qur`an dan as-Sunnah yang Shahih ( Ust.Yazin bin Abdul Qadir Jawas )

No comments: