Al-Hasan Al-Bashri berkata,
"As-Sunnah-demi Dzat yang tiada Tuhan yang berhak disembah selainNya- adalah antara yang berlebihan dan yang meremehkan.Karena itu bersabarlah kalian atasnya,semoga Allah merahmati kalian.Karena sesungguhnya Ahlus Sunnah adalah golongan minoritas pada masa lampau,dan mereka juga golongan minoritas pada masa yang akan datang.Yaitu orang-orang yang tidak hanyut bersama orang-orang yang boros dengan keborosan mereka,juga tidak bersama ahli bid`ah dengan bid`ah mereka.Mereka bersabar atas Sunnah mereka hingga bertemu dengan Tuhan mereka.Demikianlah InsyaAllah,karena itu hendaknya kalian seperti demikian"
Sunday, January 21
Wednesday, January 10

Bismillah..
Berikut adalah ciri-ciri suami ideal..cuman point2 saja tanpa ada penjelasan.
kutipan dari buku "Az-Zauj Al Mitsaly" (suami ideal) karya : Muhammad Rasyid Al-Uwaid.
CIRI SUAMI IDEAL.
1.Tidak ringan tangan dan tidak melecehkan
2.tidak pelit mengucapkan kata-kata yang baik
3.mengajak istri ta`at pada Alloh
4.berbuat adil kepada sesama istri (bila punya istri lebih dr 1 orang)
5.menutupi kesalahan istri
6.menampakkan kelebihan istri dan kelebihan-kelebihannya
7.mencegah perselisihan dengan istri
8.menghormati kerja istri di rumah
9.cemburu pada istri (tidak berlebihan dan cemburu buta)
10.membantu istri dan menyertainya
11.pura-pura lupa dan tidak menyelidiki (masalah2 spele dan hal yg gk bermanfaat)
12.meminta izin pada istri dalam hal yang menyangkut haknya
13.berhias untuk istri
14.berlomba dengan istri (dalam keta`atan pd Alloh,kebikan dan hal2 yg di bolehkan)
15.memandang istri dengan mesra
16.memprioritaskan pemberian pada istri daripada yang lain
17.sabar menghadapi istri
18.menunjukkan kasih sayang ketika istri sedang haid atau nifas
19.tidak perlu ragu meminta pendapat istri
20.memuji istri dan tidak memotong kebanggannya
21.berbincang-bincang dengan istri
22.mengucapkan salam kepada istri
23.menghilangkan kegundahan istri setelah di tinggal mati (oleh sanak familiy dll)
24.membahagiakan perasaan istri dan membuatnya Ridho
25.mendahulukan IBU dari pada istri (ketaatan pada IBU di atas ISTRI)
26.berdo`a bagi kebaikan istri
27.menyimpan rahasia istri
28.menyediakan tempat tinggal bagi istri
29.memiliki pandangan spesifik terhadap pernikahan
30.memilih istri yang baik
31.memenuhi hak sebagai pemimpin
32.membantu pekerjaan istri di rumah
33.suami ideal adalah ayah yang sholeh
34.tidak banyak bergadang di luar rumah.
demikianlah ciri suami ideal,masih banyak lagi yang laennya.untuk lebih jelasnya tentang uraiannya silahkan merujuk ke buku aslinya yang alhamdulillah sudah di alih bahasakan ke bahasa indonesia.
semoga bermanfaat dan Alloh menjadikan kita (lelaki) menjadi pemimpin yang baik buat keluarga kita,masyarakat kita,aamiin ya Rabb..
Robbana hablana min adzwajina wazurriyatina qurata a`yun,waj`al na lilmuttaqiina imaama (Al Furqon:74)
Wednesday, December 20
Dauroh dan Bazaar buku KOBE 10
Allah berfirman,"Katakanlah ,`Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"(Az-Zumar:9)
Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang di kehendaki bakik oleh Allah,Maka Allah membuatnya memahami agama (HR:Bukhori dan Muslim)"
Bismillah wal hamdulillah.
insyaAlloh kembali akan di gelar acara yang di tunggu-tunggu ,marilah bersama-sama berpacu menuntut elmu Ad Dien yang Haq ala Fahmis Salafus Shaleh.yang akan di adakan;
Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang di kehendaki bakik oleh Allah,Maka Allah membuatnya memahami agama (HR:Bukhori dan Muslim)"
Bismillah wal hamdulillah.
insyaAlloh kembali akan di gelar acara yang di tunggu-tunggu ,marilah bersama-sama berpacu menuntut elmu Ad Dien yang Haq ala Fahmis Salafus Shaleh.yang akan di adakan;
DAUROH KOBE 10 DAN BAZAR BUKU
Tanggal/hari : 30 Desember 2006-2 Januari 2007 / sabtu-selasa
Waktu : 10:00--16:30 (Waktu Jepang)
Di : Mesjid kobe, San no miya
Pembicara : Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullah
Materi : Bedah buku Menanti Buah hati dan hadiah untuk yang di nanti
Seputar Iedul Adha
Umum dan Tanya jawab
SERTA BAZAAR BUKU discon 50% OFF
(klik di sini)
Lokasi mesjid kobe lihat di sini
Untuk Penggunaan transportasi 18 Kippu link ke sini or di sini
Contact Person
1. Joy-Kobe Univ (080-5633-2429) Kansai
2.Gunadi-Kobe Univ (080-5369-0577), Kansai
3.Indra-Osaka Univ (090-3629-3820), Kansai
4.Altoari-Ibaraki Univ (090-6486-1758),Kanto
5.Hikam-Tokyo.Ins.Tech (090-8057-1112), Kanto
6.Sahlan-Tokyo.Univ.Agri.Tech (080-3494-4223), Kanto
7.Donny-Nagoya Univ (080-3619-9497),Chubu
8.Gagat-Shinshu Univ (090-6543-3228),Shinetsu
9.Andy-Hiroshima Univ (090-7596-6477).Kinki
10.Adrian-Fukui Univ (080-5534-7768),Hokuriku
11.Dani-Saga Univ (080-5680-9940),Kyushu
NB:mohon di sebarluas kan dan bila berkesempatan marilah kita mengunjungi majelis ilmu ini InsyaAllohu Ta`ala
Tanggal/hari : 30 Desember 2006-2 Januari 2007 / sabtu-selasa
Waktu : 10:00--16:30 (Waktu Jepang)
Di : Mesjid kobe, San no miya
Pembicara : Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullah
Materi : Bedah buku Menanti Buah hati dan hadiah untuk yang di nanti
Seputar Iedul Adha
Umum dan Tanya jawab
SERTA BAZAAR BUKU discon 50% OFF
(klik di sini)
Lokasi mesjid kobe lihat di sini
Untuk Penggunaan transportasi 18 Kippu link ke sini or di sini
Contact Person
1. Joy-Kobe Univ (080-5633-2429) Kansai
2.Gunadi-Kobe Univ (080-5369-0577), Kansai
3.Indra-Osaka Univ (090-3629-3820), Kansai
4.Altoari-Ibaraki Univ (090-6486-1758),Kanto
5.Hikam-Tokyo.Ins.Tech (090-8057-1112), Kanto
6.Sahlan-Tokyo.Univ.Agri.Tech (080-3494-4223), Kanto
7.Donny-Nagoya Univ (080-3619-9497),Chubu
8.Gagat-Shinshu Univ (090-6543-3228),Shinetsu
9.Andy-Hiroshima Univ (090-7596-6477).Kinki
10.Adrian-Fukui Univ (080-5534-7768),Hokuriku
11.Dani-Saga Univ (080-5680-9940),Kyushu
NB:mohon di sebarluas kan dan bila berkesempatan marilah kita mengunjungi majelis ilmu ini InsyaAllohu Ta`ala
Friday, December 15
Jum`at hari Istimewah

Paling tidak,ada tiga kelompok manusia di lingkungan umat islam dalam menyikapi hari jum`at.
Kaum Muslimin yang beriteraksi dengan kaum kebatinan (atawa islam abangan) mempunyai anggapan,hari jum`at merupakan hari dimana roh jahat semakin intensif berkeliaran,apalagi malam jum`at kliwon.Sedangkan ahli bid`ah beranggapan hari jum`at merupakan hari suci yang kemudian disikapi secara berlebih-lebihan dengan pelbagai kegiatan.Adapun ahlussunnah wal jama`ah senantiasa berdasarkan Al Qur`an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih.inilah sikap yang benar.
Keutamaan hari Jum`at
Hari Jum`at memiliki beberapa keutamaan sebagaimana tertuang dalam beberapa hadist Nabi,diantaranya:
1.Hari Jum`at adalah hari yang paling utama diantara hari-hari lainnya.
2.Nabi Adam diciptakan pada hari Jum`at dan pada hari ini pula diwafatkan.pada hari ini ia di masukkan dalam syurga dan pada hari ini pula dikeluarkan dari syurga.
3.Hari kiamat akan terjadi pada hari Jum`at.
Abu Hurairah meriwayatkan,bahwa Rasulullah bersabda,
"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari jum`at;pada hari ini Adam diciptakan,pada hari ini (Adam) dimasukkan ke dalam surga,dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari surga.Dan tidaklah kiamat akan terjadi kecuali pada hari ini"(HR:Muslim,854)
4.Hari Jum`at merupakan keistimewaan dan hidayah yang Allah berikan kepada Umat Islam yang tidak di berikan kepada umat-umat lain sebelumnya.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda;
"Kita adalah umat yang datang terakhir tapi paling awal datang pada hari kiamat,dan kita yang pertama kali masuk surga,cuma mereka diberi Kitab sebelum kita sedangkan kita diberi Kitab setelah mereka.kemudia mereka berselisih,lalu Allah memberi kita hidayah terhadap apa yang mereka perselisihkan .Inilah hari yang mereka perselisihkan,dan Allah berikan hidayah berupa hari ini kepada kita(Nabi menyebut hari Jum`at) .maka hari (Jum`at) ini untuk kita (umat Islam) ,besok (sabtu) untuk umat yahudi dan lusa (ahad) untuk umat nasrani."(HR:Muslim,855)
5.Pada hari Jum`at ini terdapat saat-saat terkabulnya do`a,terutama pada akhir-akhir siangnya setelah Ashar.
berdasar riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda:
"Sesungguhnya pada hari jum`at ada saat-saat,yaitu seorang muslim tidaklah ia berdiri shalat dan meminta kebaikan kepada Allah,melainkan Allah akan memberinya."Lalu beliau berkata,"Dan saat-saat tersebut adalah setelah Ashar"(HR:Bukhori,852)
Perkara-perkara yang di syari`atkan pada hari Jum`at
Hari Jum`at disamping memiliki keutamaan sebagaimana telah disebutkan di atas,Allah telah menetapkan syari`at khusus untuk hari ini,yaitu:
1.Shalat Jum`at.
firman Allah,"Hai orang-orang yang beriman,apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum`at,maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli.yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (Al Jumu`ah:9)
sabda Rasulullah;
"Shalat Jum`at itu wajib atas setiap muslim secara berjama`ah,kecuali empat (golongan) yaitu:hamba sahaya,wanita,anak kecil atau orang sakit"(HR:Abu Dawud,Ad Daruquthni,Al Baihaqi,Al Hakim dan Shahih Jami` Ash Shaghir)
"Barang siapa mandi wajib kemudian mendatangi shalat Jum`at,lalu ia shalat-sunat-(sebelum imam datang) semampunya,kemudia dia seksama (mendengarkan imam khutbah) sampai selesai dari khutbahnya,lalu sholat bersamanya,maka akan diampuni (dosanya) antara Jum`at tersebut dengan Jum`at lainnya (sebelumnya) ditambah tiga hari"(HR:Muslim,857)
2.khutbah Jum`at.
Adab-Adab hari jum`at
untuk lebih jelasnya silahkan meruju` ke sumber dalil,Allahu a`lam.
1.Mandi wajib sebagimana mandi junub (HR:Muslim,844 dari Abdullah bin Mas`ud)
2.Memakai wangi-wangian dan pakaian terbagus yang dimiliki (HR:Bukhori,843)
3.Menyegerakan diri datang ke mesjid sebelum tiba waktu sholat (HR:Bukhori,841,Muslim:850)
4.Berjalan menuju mesjid dengan tenang dan perlahan (HR:Bukhori,610 dan Mulsim,602)
5.menunaikan sholat tahiyyatul mesjid sebelum duduk,meskipun imam sedang berkhutbah (HR:Bukhori,433,1113)
6.Mendekati imam untuk mendengarkan khutbah (HR:Abu Dawud,1108)
7.Memperbanyak shalawat dan salam atas Nabi Sallalahu `Alaihi Wasallam (HR:Abu Dawud,1047 dan 1531 dan di shahihkan syaikh Al Albani)
8.membaca surat Al Kahfi (HR:Al Hakim II/399,Al Baihaqi,II/249)
9.memperbanyak do`a dengan mengharap saat-saat terkabulnya do`a,terutama pada akhir siang hari Jum`at setelah Ashar (HR:Bukhori,852)
demikianlah risalah singkat tentang hari jum`at semoga kita lebih menghormati dan mengagungkan hari ini dengan berbagai amalan yg di syari`at kan dan bukan amalan bid`ah yang hanya akan menghinakan pelakunya.
Allahul Musta`an.
disadur dari : majalah As-Sunnah Edisi 02/VIII/1425 H/2004 M hal.14-20
Tuesday, December 5
Hubbu ad Dunya
"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hati mu.Sesungguhnya Alloh menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka,sedang mereka dalam keadaan kafir (At-Taubah:55)"
Tafsir yang terbaik dan paling sesuai untuk ayat ini adalah : Bahwasanya penyiksaan terhadap mereka itu adalah sesuatu yang nyata.orang-orang pencari dunia,pencinta dunia dan yang lebih mengutamakan dunia daripada akherat itu di siksa dengan ambisiusnya terhadap dunia juga dengan kelelahannya yang luar biasa dalam mengumpulkan harta benda serta berbagai kekerasan dari berbagai kendala dalam mendapatkannya.anda tidak akan menemukan orang yang lebih lelah daripada orang yang menjadikan dunia sebagai ambisinya yang terbesar,ia demikian mati-matian untuk mendapatkan harta benda.
Dan siksa yang paling berat di dunia adalah bercerai berainya kekuatan,terkotak-koyaknya hati,dan kefakiran yang selalu tampak di pelupuk mata hamba dan tak pernah meninggalkan.dan kalaulah nukan karena mabuknya pemburu dunia karena kecintaan mereka terhadapnya,tentu mereka akan meminta pertolongan dari adzab ini.dan kebanyakan mereka masih mengeluh dan meronta karenanya.
Dalam sunan At Tirmidzi (no.2466),yang di riwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam,bahwa beliau bersabda:
"Allah Ta`ala berfirman,(wahai) anak Adam!Beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku,niscaya Aku isi hatimu dengan kekayaan dan Aku bayar kefakiranmu.Dan jika tidak kamu lakukan,niscaya Aku isi kedua tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku hilangkan kefakiranmu"
Dan ini pula merupakan bentuk adzab,yakni kesibukan hati dan badan menanggung kesulitan dunia,peperangan yang di lancarkan oleh penduduknya terhadap dirinya serta kekerasan permusuhan mereka,seperti dikatakan sebagian orang salaf,"Siapa mencintai dunia maka hendaknya ia mempersiapkan dirinya menanggung berbagai musibah".
Sedang pencinta dunia tidak lepas dari 3 hal:Kesedihan yang senantiasa menyertainya,kelelahan yang terus menerus,dan kerugian yang tiada hentinya.Rasulullah bersabda,
"Seandainya anak Adam itu memiliki dua lembah yang berisi harta benda,niscaya ia menginginkan tambahan lembah yang ketiga (HR:Bukhari,Muslim dari Anas bin Malik)".
maraji` : Ighatsatul lahfan fi mashayidisy syaithan (Ibnul Qayyim) 53-56.
astaqfirullahal adzim..
semoga Alloh sentiasa menjaga hati,nafsu dan keinginan kita untuk mencintai dunia secara berlebihan dan melampau kadarnya.dunia hanya sebuah persinggahan perjalanan panjang yang kelak pasti akan di tempuh setiap manusia,tak terkecuali muslim,kafir,musyrik,atau pun orang yg mengaku tiada agama sekalipun.siapkanlah bekal untuk perjalanan panjang itu.modal utama adalah Mentauhidkan Alloh semata,mencintai Alloh di atas segala mahkluk.menjalankan syariat Ad Dien Al Islam dengan kaffah,mengikhlaskan niat dan hati,Ittiba` kepada Rasulullah.Akimussholah wa atudzaka,birul walidain,as shaum Ramadhan,dan ada berbagai macam ibadah kepada Alloh.masih ada kesempatan untuk itu.selama kita masih berhak menghirup udara,selama masih berhak menggunakan nikmat Alloh,selama itu pula Ibadah dan Amal kita tujukan pada Alloh.selama itu pula pintu taubah masih terbuka seluas langt dan bumi..Lahaula wala quwata Illah billah.Ya muqallabal qulb sabbats qalbi `ala diinika..
Tafsir yang terbaik dan paling sesuai untuk ayat ini adalah : Bahwasanya penyiksaan terhadap mereka itu adalah sesuatu yang nyata.orang-orang pencari dunia,pencinta dunia dan yang lebih mengutamakan dunia daripada akherat itu di siksa dengan ambisiusnya terhadap dunia juga dengan kelelahannya yang luar biasa dalam mengumpulkan harta benda serta berbagai kekerasan dari berbagai kendala dalam mendapatkannya.anda tidak akan menemukan orang yang lebih lelah daripada orang yang menjadikan dunia sebagai ambisinya yang terbesar,ia demikian mati-matian untuk mendapatkan harta benda.
Dan siksa yang paling berat di dunia adalah bercerai berainya kekuatan,terkotak-koyaknya hati,dan kefakiran yang selalu tampak di pelupuk mata hamba dan tak pernah meninggalkan.dan kalaulah nukan karena mabuknya pemburu dunia karena kecintaan mereka terhadapnya,tentu mereka akan meminta pertolongan dari adzab ini.dan kebanyakan mereka masih mengeluh dan meronta karenanya.
Dalam sunan At Tirmidzi (no.2466),yang di riwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam,bahwa beliau bersabda:
"Allah Ta`ala berfirman,(wahai) anak Adam!Beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku,niscaya Aku isi hatimu dengan kekayaan dan Aku bayar kefakiranmu.Dan jika tidak kamu lakukan,niscaya Aku isi kedua tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku hilangkan kefakiranmu"
Dan ini pula merupakan bentuk adzab,yakni kesibukan hati dan badan menanggung kesulitan dunia,peperangan yang di lancarkan oleh penduduknya terhadap dirinya serta kekerasan permusuhan mereka,seperti dikatakan sebagian orang salaf,"Siapa mencintai dunia maka hendaknya ia mempersiapkan dirinya menanggung berbagai musibah".
Sedang pencinta dunia tidak lepas dari 3 hal:Kesedihan yang senantiasa menyertainya,kelelahan yang terus menerus,dan kerugian yang tiada hentinya.Rasulullah bersabda,
"Seandainya anak Adam itu memiliki dua lembah yang berisi harta benda,niscaya ia menginginkan tambahan lembah yang ketiga (HR:Bukhari,Muslim dari Anas bin Malik)".
maraji` : Ighatsatul lahfan fi mashayidisy syaithan (Ibnul Qayyim) 53-56.
astaqfirullahal adzim..
semoga Alloh sentiasa menjaga hati,nafsu dan keinginan kita untuk mencintai dunia secara berlebihan dan melampau kadarnya.dunia hanya sebuah persinggahan perjalanan panjang yang kelak pasti akan di tempuh setiap manusia,tak terkecuali muslim,kafir,musyrik,atau pun orang yg mengaku tiada agama sekalipun.siapkanlah bekal untuk perjalanan panjang itu.modal utama adalah Mentauhidkan Alloh semata,mencintai Alloh di atas segala mahkluk.menjalankan syariat Ad Dien Al Islam dengan kaffah,mengikhlaskan niat dan hati,Ittiba` kepada Rasulullah.Akimussholah wa atudzaka,birul walidain,as shaum Ramadhan,dan ada berbagai macam ibadah kepada Alloh.masih ada kesempatan untuk itu.selama kita masih berhak menghirup udara,selama masih berhak menggunakan nikmat Alloh,selama itu pula Ibadah dan Amal kita tujukan pada Alloh.selama itu pula pintu taubah masih terbuka seluas langt dan bumi..Lahaula wala quwata Illah billah.Ya muqallabal qulb sabbats qalbi `ala diinika..
Tuesday, November 28
Do`a Rasulullah Salallahu `Alaihi Wasallam
Alloh tidak memberikan sesuatu kepada hamda di akhirat yang lebih mereka cintai,yang lebih menyejukkan pandangan dan yang lebih nikmat bagi segenap hati mereka selain dari melihat kepada-Nya,mendegarkan firman-Nya tanpa perantara.dan tidaklah Allah memberi sesuatu pada manusia di dunia yang lebih baik bagi mereka,yang lebih mereka cintai,yang lebih menyejukkan pandangan mereka,selain beriman kepada-Nya,mencintai-Nya,rindu untuk bertemu dengan-Nya,senang dengan kedekatan dengan-Nya dan menikmati dengan dzikir kepada-Nya.
berikut sebuaah hadist yang berisi do`a Rasulullah Salallahu `Alaihi Wasallam yang di riwayatkan Nasa`i,Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya,juga di riwayatkan oleh selain mereka,dari hadits Ammar Bin Yasir,bahwasanya Rasulullah Shalallahu `Alaihi Wasallam bedo`a:
"Ya Allah dengan ilmu ghaib-Mu,dan kekuasaan-Mu atas makhluk,hidupkanlah aku selama Engkau ketahui hidup itu lebih baik bagiku.Aku mohon pada-Mu khasyyah (rasa takut) kepada-Mu dalam keadaan sunyi maupun terang-terangan,aku mohon kepada-Mu perkataan yang benar baik di waktu marah atau di waktu ridha,aku mohon pada-Mu tujuan permohonan baik diwaktu miskin atau kaya,aku mohon kepada-Mu kenikmatan yang tiada habisnya,aku mohon kepada-Mu kesayangan yang tiada terputus,aku mohon kepada-Mu kerelaan setelah (menerima) qadha` (ketentuan-Mu),aku mohon pada-Mu kemudahan hidup setelah kematian,aku mohon kepada-Mu kelezatan melihat Wajah-Mu,aku mohon pada-Mu kerinduan bertemu dengan-Mu,dengan tanpa kesengsaraan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan.Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan iman,dan jadikanlah kami pemberi petunjuk orang-orang yang mendapat petunjuk."
Dikeluarkan Nasa`i (3/54),Ibnu Hibban (1971),Ibnu Khuzaimah (hal.12),Al-Hakim (1/524-525) dari jalur Hammad bin Yazid dari Atha` bin Sa`id dari ayahnya Amar dan sanadnya shahih,karena riawayat Hammad dari Atha` adalah sebelum ia mengalami kerancuan.Hadits ini memiliki jalan lain,seperti ada dalam al musnad.
kutipan : menajemen qalbu melumpuhkan senjata syaitan (Ibnul Qayyim:37-38,indonesian edition)
berikut sebuaah hadist yang berisi do`a Rasulullah Salallahu `Alaihi Wasallam yang di riwayatkan Nasa`i,Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya,juga di riwayatkan oleh selain mereka,dari hadits Ammar Bin Yasir,bahwasanya Rasulullah Shalallahu `Alaihi Wasallam bedo`a:
"Ya Allah dengan ilmu ghaib-Mu,dan kekuasaan-Mu atas makhluk,hidupkanlah aku selama Engkau ketahui hidup itu lebih baik bagiku.Aku mohon pada-Mu khasyyah (rasa takut) kepada-Mu dalam keadaan sunyi maupun terang-terangan,aku mohon kepada-Mu perkataan yang benar baik di waktu marah atau di waktu ridha,aku mohon pada-Mu tujuan permohonan baik diwaktu miskin atau kaya,aku mohon kepada-Mu kenikmatan yang tiada habisnya,aku mohon kepada-Mu kesayangan yang tiada terputus,aku mohon kepada-Mu kerelaan setelah (menerima) qadha` (ketentuan-Mu),aku mohon pada-Mu kemudahan hidup setelah kematian,aku mohon kepada-Mu kelezatan melihat Wajah-Mu,aku mohon pada-Mu kerinduan bertemu dengan-Mu,dengan tanpa kesengsaraan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan.Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan iman,dan jadikanlah kami pemberi petunjuk orang-orang yang mendapat petunjuk."
Dikeluarkan Nasa`i (3/54),Ibnu Hibban (1971),Ibnu Khuzaimah (hal.12),Al-Hakim (1/524-525) dari jalur Hammad bin Yazid dari Atha` bin Sa`id dari ayahnya Amar dan sanadnya shahih,karena riawayat Hammad dari Atha` adalah sebelum ia mengalami kerancuan.Hadits ini memiliki jalan lain,seperti ada dalam al musnad.
kutipan : menajemen qalbu melumpuhkan senjata syaitan (Ibnul Qayyim:37-38,indonesian edition)
Tuesday, November 14
muhasabah diri
Imam Ahmad meriwayatkan dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu bahwasanya ia berkata
"Hisablah diri kalian sebelum anda sekalian di hisab,timbanglah (amal) kalian sebelum (amal) anda sekalian di timbang.karena kalian akan lebih mudah (menghadapi) hisab kelak,jika sekarang kalian menghisab diri kalian,dan berhiaslah kalian untuk (hari) menghadap paling agung."-->dalam Az-Zuhd (2/30),dan sebagian mereka menyebutkan secara marfu` (kepada Rasulullah) padahal tidak demikian.
"Pada hari itu kamu hadapkan (kepada Tuhanmu),tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)."(Al-Haqqah:18)
Di sebutkan pula dari Al Hasan bahwa beliau berkata,"Engkau tidak akan menjumpai seorang mukmin kecuali ia menghisab atas dirinya:Apa yang hendak anda lakukan?apa yang hendak anda minum?sedangkan seorang tukang maksiat,ia terus saja berlalu tanpa memperdulikan dirinya."
Al Hasan berkata,"Sesungguhnya seorang hamba masih akan tetap baik selama dia memiliki penasihat dari dalam dirinya,serta mejadikan muhasabah sebagai capaiannya."
Maimun bin Mahran berkata,"Tidaklah seorang hamba bertaqwa hingga ia lebih menghisab nafsunya daripada seorang teman kepada temannya.karena itu di katakan,nafsu adalah laksana seorang teman dekat,jika anda tidak menghisabnya,niscaya hilanglah ia bersama hartamu."
begitu banyak untaian kata ulama salaf dalam melakukan muhasabah terhadap diri mereka sendiri.sudah sepantas dan seyogyanya kita selaku kaum mukmin dan pemangkul panji2 tauhid untuk meniru dan mencontoh bagaimana salafus shalih menghisab diri mereka sendiri sebelum di hisab di yaumul akhir kelak.
jazakallahu wa jaza`..atas segala nasehat dan dukungan serta selalu mengingatkan untuk tetap bermuhasabah,bermunajat dan bertawaqqal kepada Allahu Subhanahu Ta`ala,Rabbu as samawati wa al ardh..
fabiayyiaalai Robbukuma tukadzibaan..
maraji` :Ighatasatul Lahfan fi Mashayidisy sayithan (Ibnu Qayyim Al Jauziyyah) p.118
"Hisablah diri kalian sebelum anda sekalian di hisab,timbanglah (amal) kalian sebelum (amal) anda sekalian di timbang.karena kalian akan lebih mudah (menghadapi) hisab kelak,jika sekarang kalian menghisab diri kalian,dan berhiaslah kalian untuk (hari) menghadap paling agung."-->dalam Az-Zuhd (2/30),dan sebagian mereka menyebutkan secara marfu` (kepada Rasulullah) padahal tidak demikian.
"Pada hari itu kamu hadapkan (kepada Tuhanmu),tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)."(Al-Haqqah:18)
Di sebutkan pula dari Al Hasan bahwa beliau berkata,"Engkau tidak akan menjumpai seorang mukmin kecuali ia menghisab atas dirinya:Apa yang hendak anda lakukan?apa yang hendak anda minum?sedangkan seorang tukang maksiat,ia terus saja berlalu tanpa memperdulikan dirinya."
Al Hasan berkata,"Sesungguhnya seorang hamba masih akan tetap baik selama dia memiliki penasihat dari dalam dirinya,serta mejadikan muhasabah sebagai capaiannya."
Maimun bin Mahran berkata,"Tidaklah seorang hamba bertaqwa hingga ia lebih menghisab nafsunya daripada seorang teman kepada temannya.karena itu di katakan,nafsu adalah laksana seorang teman dekat,jika anda tidak menghisabnya,niscaya hilanglah ia bersama hartamu."
begitu banyak untaian kata ulama salaf dalam melakukan muhasabah terhadap diri mereka sendiri.sudah sepantas dan seyogyanya kita selaku kaum mukmin dan pemangkul panji2 tauhid untuk meniru dan mencontoh bagaimana salafus shalih menghisab diri mereka sendiri sebelum di hisab di yaumul akhir kelak.
jazakallahu wa jaza`..atas segala nasehat dan dukungan serta selalu mengingatkan untuk tetap bermuhasabah,bermunajat dan bertawaqqal kepada Allahu Subhanahu Ta`ala,Rabbu as samawati wa al ardh..
fabiayyiaalai Robbukuma tukadzibaan..
maraji` :Ighatasatul Lahfan fi Mashayidisy sayithan (Ibnu Qayyim Al Jauziyyah) p.118
Saturday, November 11
Tentang cara berbakti kepada kedua orangtua yang masih hidup, secara ringkas adalah sebagai berikut:
1. Mengajak masuk agama Islam jika belum Islam.
2. Mengajarkannya kepada pemahaman yang benar (Ahlus Sunnah)
3. Mentaati perintah mereka selama itu bukan maksiat.
4. Mendahulukan kepentingan mereka daripada kepentingan sendiri, bahkan daripada ibadah yang sunnah.
5. Membantu mereka dengan harta, membelikan kebutuhan mereka, dll.
6. Berkata yang baik dan lemah lembut kepada mereka, tidak memanggil langsung dengan namanya, tidak bersuara tinggi dan ketus, dll.
7. Mendoakan kebaikan untuk mereka, seperti mudah-mudahan mereka mendapatkan hidayah (Islam / sunnah) dan lainnya.
8. Berbuat baik kepada mereka seperti: melayani kebutuhan mereka, datang jika mereka memanggil dan lain-lain.
Adapun berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat, adalah sebagaimana yang tersebut pada hadits di atas yaitu:
1. Memohonkan ampun untuk mereka jika semasa hidupnya mereka sebagai orang Islam.
2. Menunaikan janji mereka.
3. Memuliakan kawan-kawan mereka.
4. Menyambung persaudaraan kepada kerabat mereka.
----------------
Maraji': As-Sunnah edisi: 08 / Th. IV / 1421 H - 2000 M dan berbagai sumber.
2. Mengajarkannya kepada pemahaman yang benar (Ahlus Sunnah)
3. Mentaati perintah mereka selama itu bukan maksiat.
4. Mendahulukan kepentingan mereka daripada kepentingan sendiri, bahkan daripada ibadah yang sunnah.
5. Membantu mereka dengan harta, membelikan kebutuhan mereka, dll.
6. Berkata yang baik dan lemah lembut kepada mereka, tidak memanggil langsung dengan namanya, tidak bersuara tinggi dan ketus, dll.
7. Mendoakan kebaikan untuk mereka, seperti mudah-mudahan mereka mendapatkan hidayah (Islam / sunnah) dan lainnya.
8. Berbuat baik kepada mereka seperti: melayani kebutuhan mereka, datang jika mereka memanggil dan lain-lain.
Adapun berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat, adalah sebagaimana yang tersebut pada hadits di atas yaitu:
1. Memohonkan ampun untuk mereka jika semasa hidupnya mereka sebagai orang Islam.
2. Menunaikan janji mereka.
3. Memuliakan kawan-kawan mereka.
4. Menyambung persaudaraan kepada kerabat mereka.
----------------
Maraji': As-Sunnah edisi: 08 / Th. IV / 1421 H - 2000 M dan berbagai sumber.
Wednesday, November 8
puisi-puisi cinta

Kuikuti arah pandangan ke manapun kau pergi
tak seorangpun mampu menghalangi jalan yang kulalui
aku herang mengapa ingatatanku tertuju pada mereka
kuajukan pertanyaan padahal mereka ada disisi ku
mataku mencari padahal mereka ada kehitaman mataku
hatiku merindu oadahal mereka ada di antara tulang iga
jika mereka menghalangi agar aku tak memandangnya
mataku pun tak sudi lagi memandang manusia
kusebut dirimu tatkala anak panah siap menghujam
senjata-senjata yang lain juga datang berseliweran
ku sebut dirimu tatkala tombak berlontaran
seperti lubang sumur yang di guyur susu hitam
betapa indah sebuah kesabaran
tatkala tak kulihat wajahmu yang menawan
jika suatu hari atau saat tertentu
dunia di jual,betapa tinggi harganya
kuhampiri dirimu seakan kau ada dipelupuk mata
kutapaki jalan sekalipun jarak jauh tiada terkira
kulewati malam dari satu rumah ke rumah lain
kuraba setiap permukaan dinding ke dinding lain
mencintai tempat tinggal adalah sebagian dari cinta
yang lebih penting lagi adalah mencintai penghuninya
di sadur dari buku: taman-taman orang jatuh cinta dan memendam rindu..ibnul qayyim.
syair2 seoarng kekasih sebagai tanda jatuh cinta nya :D
Sunday, October 29
Pedagang Berharta Menjadi Orang Yang Zuhud Dan Ahli Ibadah Dikarenakan Nasehatnya Al-Hasan Al-Basri
Jumat, 6 Oktober 2006 10:14:02 WIB
Kategori : Nasehat
SEORANG PEDAGANG BERHARTA MENJADI ORANG YANG PALING ZUHUD DAN AHLI IBADAH DIKARENAKAN NASEHATNYA AL-HASAN AL-BASRI
Oleh
Syaikh Abdul Aziz Al Abdul Latif
Sesungguhnya berdakwah kepada Allah adalah tugas para nabi (semoga kesejahteraan dilimpahkan atas mereka), dan jalan para ulama rabbaniyyin, oleh karena itu berdakwah kepada Allah adalah sebuah amal pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, dan paling agung kedudukannya.
Allah berfirman.
“Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata : “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”[Fushilat : 33]
Dan berdakwah kepada Allah itu, harus benar tujuannya, bersih manhajnya (caranya), inilah jalan dakwah nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan siapa saja yang mengikuti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, sebagaimana firman Allah.
“Artinya : Katakanlah : Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” [Yusuf : 108]
Sungguh para Salafush Shalih kita (semoga Allah merahmati mereka) menempuh jalan ini, mereka menyuruh kebaikan, mencegah kemungkaran dan mengajarkan manusia kebaikan, menyampaikan sejelas-jelasnya melalui berbagai cara, seperti pengajaran, harta, nasehat, fatwa, hukum dan selainnya.
Dan sungguh Salafus Shalih telah menegakkan dakwah ini untuk mengharapkan wajah Allah, mereka tidak menginginkan dari manusia balasan dan tidak pula ucapan terima kasih, dan disaat itu juga mereka menetapi keselamatan manhaj dengan mengikuti dan meninggalkan perbuatan bid’ah.
Kebangkitan Islam saat ini membutuhkan pengetahuan pada contoh-contoh perbuatan dan fenomena yang nyata dari dakwah Salafus Shalih : agar keadaan-keadaan mereka itu menjadi pendorong serta pemberi semangat untuk mencontoh mereka, dan berjalan diatas uslub (metode) mereka.
Salah seorang ulama berkata : “Barangsiapa melihat sejarah Salafush Shalih pasti ia mengetahui kekurangannya, dan ketertinggalannya dari derajat seorang manusia”.
Dan makalah ini berisikan fenomena-fenomena dakwah dari kehidupan Salafush Shalih, kami akan memaparkannya sebagaimana yang berikut ini.
Habib Al-Ajami adalah salah seorang penduduk Basrah, Pedagang berharta, suatu ketika ia menghadiri majelis Al-Hasan Al-Basri (semoga Allah merahmati beliau) dan mendengarkan nasehatnya, maka nasehat itu merasuk dalam hati Habib Al-Ajami, semenjak itulah Habib Al-Ajami menjadi seorang yang paling zuhud dan ahli ibadah di kota Basrah.
Inilah kisahnya untukmu secara rinci.
‘Adalah Al-Hasan Al-Basri duduk dalam majelisnya dimana setiap hari ia mengadakan majelis ditempat itu. Adapun Habib Al-Ajami duduk dalam majelisnya dimana ahli dunia dan perdagangan mendatanginya. Dan ia lalai dengan menjelis Al-Hasan Al-Basri, dan tidak menoleh sedikitpun dengan apa yang disampaikan oleh Al-Hasan Al-Basri. Hingga suatu hari ia ingin mengetahui apa yang disampaikan Al-Hasan Al-Basri, maka dikatakan kepadanya : “Dalam majelis Al-Hasan Al-Basri diceritakan tentang surga, neraka dan manusia diberi semangat untuk mendapatkan akhirat, dan ditanamkan sikap zuhud terhadap dunia (memfokuskan segala karunia Allah untuk akhirat). Maka perkataan ini menancap dalah hatinya, lalu ia pun berkata : “Mari kita mendatangi majelis Al-Hasan Al-Basri!”, maka berkatalah orang-orang yang duduk dalam majelis kepada Al-Hasan Al-Basri : “Wahai Abu Said ini adalah Habih Al-Ajami menghadap kepadamu nasehatilah ia. Lalu Habib Al-Ajami menghadap Hasan Al-Basri dan Hasan Al-Basri menghadap kepadanya, lalu ia nasehati Habib Al-Ajami, ia ingatkan dengan syurga, ia takut-takuti dengan neraka, ia hasung untuk melakukan kebaikan, ia ingatkan untuk berlaku zuhud di dunia. Maka Habib Al-Ajami pun terpengaruh dengan nasehat itu, lalu bersedekah 40 ribu dinar. Dan iapun berlaku qona’ah (menerima) dengan hal sedikit, dan ia terus beribadah kepada Allah hingga meninggal dunia” [Hilyatul Aulia 6/149 dengan sedikit perubahan, dan lihat Siyar ‘Alamun Nubala 6/144]
Barangkali engkau melihat kejujuran Al-Hasan Al-Basri (semoga Allah merahmati beliau) dalam dakwahnya, selamatnya tujuan dakwahnya, hingga nasehatnya membekas dalam hati Habib Al-Ajami, nasehat yang jujur itu telah memindahkan dari riuhnya suara di pasar dan perdagangan hingga menjadi sorang ahli ibadah dan ahli zuhud yang mempunyai do’a yang mustajab (doa yang dikabulkan) dan karamah yang mulia, sebagaimana ia seorang ahli bersedekah dan berinfak di jalan Allah Ta’ala.
Alangkah indahnya perkataan Malik bin Dinar dalam permasalahan ini : “Kejujuran itu nampak dalam hati dalam keadaan lemah, lalu pemilik hati itupun mencarinya, dan Allah menambahnya hingga menjadikannya berbarakah pada dirinya, dan menjadilah perkataannya obat bagi orang-orang bersalah”.
Lalu Malik berkata : “Apakah kalian tidak melihat mereka ? kemudian ia kembali kepada dirinya : “Ya, benar demi Allah kami telah melihat mereka itu : Al-Hasan Al-Basri, Said bin Jubair dan semisal mereka itu, seorang lelaki diantara mereka yang Allah hidupkan perkataannya kepada sekelompok manusia” [Hilyatul Aulia 2/359]
Dan tatkala Zainal Abidin Ali bin Al-Husain mendengar nasehat Al-Hasan Al-Basri, ia berkata : “Maha suci Allah ini adalah perkataan orang yang jujur” [Akhbarul Hasan Al-Basri Li Ibnul Jauzi hal. 2]
Salah seorang ulama ditanya : “Mengapa perkataan Salafus Shalih lebih bermanfaat dari perkataan kita?” maka iapun menjawab : “Karena mereka berbicara untuk kemulian Islam, untuk keselamatan jiwa, untuk mencari ridho Allah Yang Maha Pemurah, sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri, mencari dunia dan mencari keridhaan mahluk” [Sifatu Sofwah karya Ibnul Jauzi 4/122]
Dan sebab-sebab seseorang mendapatkan manfaat dari nasehat-nasehat Al-Hasan Al-Basri dan dari majelis-majelisnya, bahwasanya Al-Hasan Al-Basri (semoga Allah merahmati beliau) adalah panutan yang baik, dan tidaklah termasuk orang-orang yang mengatakan apa yang tidak ia kerjakan.
Dikatakan kepada salah seorang dari teman Al-Hasan Al-Basri : “Apakah sesuatu yang menyebabkan Al-Hasan Al-Basri mencapai kedudukannya seperti ini ? Padahal diantara kalian terdapat para ulama dan ahli-ahli fikih ? Teman Al-Hasan Al-Basri itupun berkata : “Adalah Al-Hasan Al-Basri jika memerintahkan suatu perkara maka ia adalah seorang manusia yang paling mengamalkan terhadap apa yang ia perintahkan, dan jika ia melarang dengan suatu kemungkaran maka ia adalah seorang manusia yang paling jauh meninggalkan larangan itu” [Tablis Iblis karya Ibnul Jauzi hal. 68]
Dan perkara lain yang wajib kita perhatikan terhadap kejadian diatas, yaitu perhatian Al-Hasan Al-Basri terhadap masalah-masalah yang halus, masalah zuhud, dan akhlak, sampai-sampai Al-Hasan Al-Basri mempunyai majelis khusus dalam majelisnya, yang mana ia tidak berbicara padanya melainkan makna-makna zuhud dan ibadah. Maka jika seseorang meminta untuk berbicara masalah lainnya karena merasa jemu, iapun berkata : “Sesungguhnya kita berkhalwat bersama-sama teman kami adalah untuk berdzikir” [Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi hal 68]
Sesungguhnya sebagian besar dari nasehat dan wasiat Al-Hasan Al-Basri adalah tentang mencela dunia, dan larangan dari memanjangkan harapan, dan perintah untuk mensucikan jiwa, serta membetulkan tujuan-tujuan dan niat-niat.
Alangkah butuhnya kita kepada semisal nasehat-nasehat itu dan larangan-larangan dari para ulama, demikianlah para ulama terdahulu, para pemberi nasehat sebagaimana yang dikatakan Ibnul Jauzi. [Akhbar Al-Hasan Al-Basri, karya Ibnul Jauzi hal. 68]
Berkata Al-Imam Ahmad bin Hambal : “Alangkah butuhnya kita terhadap penasehat yang jujur” [Akhbar Al-Hasan Al-Basri]
Dan sungguh Al-Hasan Al-Bashri pada sebagian besar keadaannya bersikap zuhud terhadap dunia, memperingatkan dari dunia, menghasung untuk akhirat, dan inilah jalan kenabian yang berpengaruh, sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya sesuatu yang terbesar yang aku khawatirkan kepada kalian adalah apa yang dikeluarkan dari barakah bumi”, ditanyakan : “Apakah barakah bumi itu ? Beliau menjawab : “Bunga kehidupan dunia” [Kutipan dari hadits-hadits yang diriwayatkan Bukhari dalam kitab Raqaiq, bab sesuatu yang melarang dari bunga kehidupan manusia dan berlomba untuk dunia]
Oleh karena itu Al-Hasan Al-Basri berkata : “Demi Allah saya tidaklah ta’ajjub (heran) dengan sesuatu seperti keheranan saya kepada seseorang yang tidak menganggap bahwa cinta dunia itu termasuk salah satu dosa besar, demi Allah sesungguhnya cinta kepada dunia adalah termasuk dosa-dosa besar, tidaklah cabang-cabang dosa-dosa besar itu melainkan dengan sebab cinta dunia? Tidaklah berhala-berhala disembah, Allah Subhanahu wa Ta’ala didurhakai melainkan karena cinta dunia ? (ya). Maka seorang yang mengetahui tidak akan mengeluh dari kehinaan dunia, dan tidak akan berlomba-lomba mendekatinya dan tidak akan putus asa karena jauh terhadap dunia” [Hilyatul Aulia 6/13, dan lihat Siyar ‘Alaamun An-Nubala 7/259]
Benarlah ucapan Al-Hasan Al-Basri, sebagian dosa-dosa besar adalah tumbuh dari cinta dunia : mencuri, zina, dengki, berdusta, sombong, berbuat riya (ingin di puji) dan selainnya adalah lantaran cinta terhadap dunia, dan saling menerkam dunia, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghabarkan dalam kitabNya yang mulia bahwasanya kekafiran dan pantasnya seseorang mendapatkan siksa adalah lantaran cinta dan mengutamakan dunia daripada akhirat, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang-orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya adzab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir” [An-Nahl : 106-107]
Disini terdapat catatan terakhir : “Bahwasanya sebagian orang yang bertaubat menjauhi kehidupan untuk beribadah, dalam hal ini ada komentar, dimana tidak dibenarkan bahwa setiap orang yang bertaubat harus menempuh jalan ini : yaitu memutuskan dan berlaku zuhud dari mengambil sebab-sebab kehidupan dunia yang diperbolehkan, maka itulah rahbaniyyah (peribadatan dengan memutus dunia) yang kita dilarang darinya.
Maha benar Allh yang berfirman.
“Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi” [Al-Qashas : 77]
Karena sesungguhnya dari keistimewaan agama kita adalah berlaku lurus dan bersifat tengah
Tidak ada Rahbaniyyah dan juga tidak ada maadiyah (materialistis) dan hanyalah seorang muslim itu beribadah kepada Allah, berusaha dimuka bumi dengan beramal, artinya bekerja dengan hal yang pantas yang dapat mencukupi kebutuhannya, dan tidak menjadi beban bagi orang lain. Dan tidaklah dikenal dalam Islam memutuskan hidup hanya untuk beribadah saja melainkan setelah berlalu masa yang penuh keutamaan (masa para sahabat), sejak datangnya ajaran sufi yang berbuat bid’ah (amal yang tidak terdapat tuntunannya dari agama ini), dan telah diketahui sikap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap tiga orang yang bertanya tentang ibadah Rasulullah, shalatnya, puasanya, menikahnya. Maka tatkala mereka diberitahu seolah-olah mereka memandang amal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit. Maka mereka berketetapan untuk menyelisihi amal-amal itu, maka berkata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam.
“Artinya : Demi Allah sesungguhnya aku adalah manusia yang paling takut dan taqwa kepada Allah, akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan aku tidur, dan aku menikahi wanita-wanita, maka barangsiapa benci kepada sunnahku maka bukanlah termasuk golonganku” [Muttafaq ‘alaihi]
Abu Nu’aim mengutip dalam kitab “Al-Hilyah” dengan sanadnya kepada Ibrahim bin Sulaiman Az-Zayyat, dimana ia berkata :
“Adalah kami berada disisi Sufyan Ats-Tsauri, lalu datanglah seorang wanita dan mengeluhkan anak laki-lakinya, wanita itu berkata : “Wahai Abu Abdullah saya mendatangimu agar engkau menasehatinya? Maka Sufyan Ats-Tsauri berkata : Ya, datangkan anakmu itu”. Kemudian perempuan itu datang bersama anaknya, maka Sufyan Ats-Tsauri pun menasehati anak itu, setelah selesai berpalinglah anak itu pergi. Maka kembalillah wanita tadi sesudah beberapa waktu dan berkata : “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai Abu Abdullah (Sufyan Ats-Tsauri) dan ia pun menceritakan perilaku anaknya yang ia sukai setelah mendapat nasehat Sufyan Ats-Tsauri.
Setelah beberapa lama, datanglah kembali wanita itu dan berkata : “Wahai Abu Abdullah, annakku tidak pernah tidur dimalam hari, dan pada siang hari ia berpuasa, tidak makan dan tidak pula minum. Maka berkatalah Sufyan Ats-Tsauri : “Celaka anda, mengapa ia berbuat demikian ?” Wanita itu menjawab : “Untuk mencari hadits”. Maka Sufyan Ats-Tsauri berkata : “Harapkanlah dirimu darinya pahala dari sisi Allah” [Hilyatul Aulia 4/65,66]
Sufyan Ats-Tsauri adalah salah seorang ulama terkemuka, dan seorang yang banyak menyuruh kebaikan, tidaklah ia takut celaan orang yang suka mencela dijalan Allah, hingga berkata salah seorang diantara mereka ; “Adalah saya keluar bersama Sufyan Ats-Tsauri, maka hampir-hampir lisannya tidak putus dari menyuruh kebaikan dan melarang dari kemungkaran baik ketika pergi atau pulang” [Hilayatul Aulia]
Sebagaimana ia adalah seorang yang peduli dengan keadaan kaum muslimin, dan dari kisah tentang ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Yahya bin Yaman: Sufyan Ats-Tsauri dan Ibrahim bin Adham berbincang-bincang pada malam hari hingga subuh, adalah mereka berdua memperbincangkan masalah-masalah kaum muslimin.
Dan dalam kisah ini kita melihat bagusnya perangai wanita tadi dalam menyelesaikan problematika anaknya, ia pergi ke Sufyah Ats-Tsauri dan memaparkan masalah yang ia hadapi, dan meminta dari Sufyan Ats-Tsauri agar menasehati putranya. Dan kita telah membaca bagaimana Sufyan Ats-Tsauri menerima dengan cepat permintaan wanita itu, dan bagaimana baiknya perangai dan sikap tawadhunya, maka ia bersegera memenuhi permintaan itu dan menasehati anaknya, lalu perangai anak wanita itu menjadi baik, hingga datanglah wanita itu berterima kasih kepada Sufyan Ats-Tsauri atas perbuatan baiknya, dan tidak sampai disini saja hasil nasehat Sufyan Ats-Tsauri, bahkan anak itu bertambah keistiqomahan, akhlak serta perhatiannya dalam mencari ilmu dan hadits, yang menyebabkan wanita itu mengkisahkan keadaan anaknya pada kali ketiga, ia berkata : “Anakku tidak tidur pada malam hari dan ia berpuasa pada siang hari … untuk mencari hadits”.
Demikianlah nasehat itu berbekas dihati pemuda itu, hingga ia menjadi seorang yang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu hadits.
Sebagaimana kita menyaksikan bagaimana wanita itu memantau terus keadaan putranya, dan mengkhabarkannya kepada Sufyan Ats-Tsuri, dan ia mendapat manfaat sesudah itu dengan pendapat dan nasehat Sufyan Ats-Tsauri.
Inilah fenomena yang mulia dari dakwah Salafush Shalih, dan dalam kitab-kitab yang menjelaskan biografi salafush shalih banyak dijumpai kisah-kisah yang indah (dalam kehidupan mereka), barangsiapa ingin mengambil contoh maka hendaklah mengambil contoh orang yang sudah meninggal dunia (para sahabat nabi), karena orang yang masih hidup tidak aman darinya fitnah.
[Majalah Ad-Dakwah Edisi 1863
[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 09/Th.II/2004M/1424H. “Seorang Penyanyi Yang Bertaubat Ditangan Ibnu Mas’ud Penulis Syaikh Abdul Aziz Al-Abdul Latif. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Jl. Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya]
Kategori : Nasehat
SEORANG PEDAGANG BERHARTA MENJADI ORANG YANG PALING ZUHUD DAN AHLI IBADAH DIKARENAKAN NASEHATNYA AL-HASAN AL-BASRI
Oleh
Syaikh Abdul Aziz Al Abdul Latif
Sesungguhnya berdakwah kepada Allah adalah tugas para nabi (semoga kesejahteraan dilimpahkan atas mereka), dan jalan para ulama rabbaniyyin, oleh karena itu berdakwah kepada Allah adalah sebuah amal pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, dan paling agung kedudukannya.
Allah berfirman.
“Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata : “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”[Fushilat : 33]
Dan berdakwah kepada Allah itu, harus benar tujuannya, bersih manhajnya (caranya), inilah jalan dakwah nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan siapa saja yang mengikuti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, sebagaimana firman Allah.
“Artinya : Katakanlah : Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” [Yusuf : 108]
Sungguh para Salafush Shalih kita (semoga Allah merahmati mereka) menempuh jalan ini, mereka menyuruh kebaikan, mencegah kemungkaran dan mengajarkan manusia kebaikan, menyampaikan sejelas-jelasnya melalui berbagai cara, seperti pengajaran, harta, nasehat, fatwa, hukum dan selainnya.
Dan sungguh Salafus Shalih telah menegakkan dakwah ini untuk mengharapkan wajah Allah, mereka tidak menginginkan dari manusia balasan dan tidak pula ucapan terima kasih, dan disaat itu juga mereka menetapi keselamatan manhaj dengan mengikuti dan meninggalkan perbuatan bid’ah.
Kebangkitan Islam saat ini membutuhkan pengetahuan pada contoh-contoh perbuatan dan fenomena yang nyata dari dakwah Salafus Shalih : agar keadaan-keadaan mereka itu menjadi pendorong serta pemberi semangat untuk mencontoh mereka, dan berjalan diatas uslub (metode) mereka.
Salah seorang ulama berkata : “Barangsiapa melihat sejarah Salafush Shalih pasti ia mengetahui kekurangannya, dan ketertinggalannya dari derajat seorang manusia”.
Dan makalah ini berisikan fenomena-fenomena dakwah dari kehidupan Salafush Shalih, kami akan memaparkannya sebagaimana yang berikut ini.
Habib Al-Ajami adalah salah seorang penduduk Basrah, Pedagang berharta, suatu ketika ia menghadiri majelis Al-Hasan Al-Basri (semoga Allah merahmati beliau) dan mendengarkan nasehatnya, maka nasehat itu merasuk dalam hati Habib Al-Ajami, semenjak itulah Habib Al-Ajami menjadi seorang yang paling zuhud dan ahli ibadah di kota Basrah.
Inilah kisahnya untukmu secara rinci.
‘Adalah Al-Hasan Al-Basri duduk dalam majelisnya dimana setiap hari ia mengadakan majelis ditempat itu. Adapun Habib Al-Ajami duduk dalam majelisnya dimana ahli dunia dan perdagangan mendatanginya. Dan ia lalai dengan menjelis Al-Hasan Al-Basri, dan tidak menoleh sedikitpun dengan apa yang disampaikan oleh Al-Hasan Al-Basri. Hingga suatu hari ia ingin mengetahui apa yang disampaikan Al-Hasan Al-Basri, maka dikatakan kepadanya : “Dalam majelis Al-Hasan Al-Basri diceritakan tentang surga, neraka dan manusia diberi semangat untuk mendapatkan akhirat, dan ditanamkan sikap zuhud terhadap dunia (memfokuskan segala karunia Allah untuk akhirat). Maka perkataan ini menancap dalah hatinya, lalu ia pun berkata : “Mari kita mendatangi majelis Al-Hasan Al-Basri!”, maka berkatalah orang-orang yang duduk dalam majelis kepada Al-Hasan Al-Basri : “Wahai Abu Said ini adalah Habih Al-Ajami menghadap kepadamu nasehatilah ia. Lalu Habib Al-Ajami menghadap Hasan Al-Basri dan Hasan Al-Basri menghadap kepadanya, lalu ia nasehati Habib Al-Ajami, ia ingatkan dengan syurga, ia takut-takuti dengan neraka, ia hasung untuk melakukan kebaikan, ia ingatkan untuk berlaku zuhud di dunia. Maka Habib Al-Ajami pun terpengaruh dengan nasehat itu, lalu bersedekah 40 ribu dinar. Dan iapun berlaku qona’ah (menerima) dengan hal sedikit, dan ia terus beribadah kepada Allah hingga meninggal dunia” [Hilyatul Aulia 6/149 dengan sedikit perubahan, dan lihat Siyar ‘Alamun Nubala 6/144]
Barangkali engkau melihat kejujuran Al-Hasan Al-Basri (semoga Allah merahmati beliau) dalam dakwahnya, selamatnya tujuan dakwahnya, hingga nasehatnya membekas dalam hati Habib Al-Ajami, nasehat yang jujur itu telah memindahkan dari riuhnya suara di pasar dan perdagangan hingga menjadi sorang ahli ibadah dan ahli zuhud yang mempunyai do’a yang mustajab (doa yang dikabulkan) dan karamah yang mulia, sebagaimana ia seorang ahli bersedekah dan berinfak di jalan Allah Ta’ala.
Alangkah indahnya perkataan Malik bin Dinar dalam permasalahan ini : “Kejujuran itu nampak dalam hati dalam keadaan lemah, lalu pemilik hati itupun mencarinya, dan Allah menambahnya hingga menjadikannya berbarakah pada dirinya, dan menjadilah perkataannya obat bagi orang-orang bersalah”.
Lalu Malik berkata : “Apakah kalian tidak melihat mereka ? kemudian ia kembali kepada dirinya : “Ya, benar demi Allah kami telah melihat mereka itu : Al-Hasan Al-Basri, Said bin Jubair dan semisal mereka itu, seorang lelaki diantara mereka yang Allah hidupkan perkataannya kepada sekelompok manusia” [Hilyatul Aulia 2/359]
Dan tatkala Zainal Abidin Ali bin Al-Husain mendengar nasehat Al-Hasan Al-Basri, ia berkata : “Maha suci Allah ini adalah perkataan orang yang jujur” [Akhbarul Hasan Al-Basri Li Ibnul Jauzi hal. 2]
Salah seorang ulama ditanya : “Mengapa perkataan Salafus Shalih lebih bermanfaat dari perkataan kita?” maka iapun menjawab : “Karena mereka berbicara untuk kemulian Islam, untuk keselamatan jiwa, untuk mencari ridho Allah Yang Maha Pemurah, sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri, mencari dunia dan mencari keridhaan mahluk” [Sifatu Sofwah karya Ibnul Jauzi 4/122]
Dan sebab-sebab seseorang mendapatkan manfaat dari nasehat-nasehat Al-Hasan Al-Basri dan dari majelis-majelisnya, bahwasanya Al-Hasan Al-Basri (semoga Allah merahmati beliau) adalah panutan yang baik, dan tidaklah termasuk orang-orang yang mengatakan apa yang tidak ia kerjakan.
Dikatakan kepada salah seorang dari teman Al-Hasan Al-Basri : “Apakah sesuatu yang menyebabkan Al-Hasan Al-Basri mencapai kedudukannya seperti ini ? Padahal diantara kalian terdapat para ulama dan ahli-ahli fikih ? Teman Al-Hasan Al-Basri itupun berkata : “Adalah Al-Hasan Al-Basri jika memerintahkan suatu perkara maka ia adalah seorang manusia yang paling mengamalkan terhadap apa yang ia perintahkan, dan jika ia melarang dengan suatu kemungkaran maka ia adalah seorang manusia yang paling jauh meninggalkan larangan itu” [Tablis Iblis karya Ibnul Jauzi hal. 68]
Dan perkara lain yang wajib kita perhatikan terhadap kejadian diatas, yaitu perhatian Al-Hasan Al-Basri terhadap masalah-masalah yang halus, masalah zuhud, dan akhlak, sampai-sampai Al-Hasan Al-Basri mempunyai majelis khusus dalam majelisnya, yang mana ia tidak berbicara padanya melainkan makna-makna zuhud dan ibadah. Maka jika seseorang meminta untuk berbicara masalah lainnya karena merasa jemu, iapun berkata : “Sesungguhnya kita berkhalwat bersama-sama teman kami adalah untuk berdzikir” [Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi hal 68]
Sesungguhnya sebagian besar dari nasehat dan wasiat Al-Hasan Al-Basri adalah tentang mencela dunia, dan larangan dari memanjangkan harapan, dan perintah untuk mensucikan jiwa, serta membetulkan tujuan-tujuan dan niat-niat.
Alangkah butuhnya kita kepada semisal nasehat-nasehat itu dan larangan-larangan dari para ulama, demikianlah para ulama terdahulu, para pemberi nasehat sebagaimana yang dikatakan Ibnul Jauzi. [Akhbar Al-Hasan Al-Basri, karya Ibnul Jauzi hal. 68]
Berkata Al-Imam Ahmad bin Hambal : “Alangkah butuhnya kita terhadap penasehat yang jujur” [Akhbar Al-Hasan Al-Basri]
Dan sungguh Al-Hasan Al-Bashri pada sebagian besar keadaannya bersikap zuhud terhadap dunia, memperingatkan dari dunia, menghasung untuk akhirat, dan inilah jalan kenabian yang berpengaruh, sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya sesuatu yang terbesar yang aku khawatirkan kepada kalian adalah apa yang dikeluarkan dari barakah bumi”, ditanyakan : “Apakah barakah bumi itu ? Beliau menjawab : “Bunga kehidupan dunia” [Kutipan dari hadits-hadits yang diriwayatkan Bukhari dalam kitab Raqaiq, bab sesuatu yang melarang dari bunga kehidupan manusia dan berlomba untuk dunia]
Oleh karena itu Al-Hasan Al-Basri berkata : “Demi Allah saya tidaklah ta’ajjub (heran) dengan sesuatu seperti keheranan saya kepada seseorang yang tidak menganggap bahwa cinta dunia itu termasuk salah satu dosa besar, demi Allah sesungguhnya cinta kepada dunia adalah termasuk dosa-dosa besar, tidaklah cabang-cabang dosa-dosa besar itu melainkan dengan sebab cinta dunia? Tidaklah berhala-berhala disembah, Allah Subhanahu wa Ta’ala didurhakai melainkan karena cinta dunia ? (ya). Maka seorang yang mengetahui tidak akan mengeluh dari kehinaan dunia, dan tidak akan berlomba-lomba mendekatinya dan tidak akan putus asa karena jauh terhadap dunia” [Hilyatul Aulia 6/13, dan lihat Siyar ‘Alaamun An-Nubala 7/259]
Benarlah ucapan Al-Hasan Al-Basri, sebagian dosa-dosa besar adalah tumbuh dari cinta dunia : mencuri, zina, dengki, berdusta, sombong, berbuat riya (ingin di puji) dan selainnya adalah lantaran cinta terhadap dunia, dan saling menerkam dunia, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghabarkan dalam kitabNya yang mulia bahwasanya kekafiran dan pantasnya seseorang mendapatkan siksa adalah lantaran cinta dan mengutamakan dunia daripada akhirat, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang-orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya adzab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir” [An-Nahl : 106-107]
Disini terdapat catatan terakhir : “Bahwasanya sebagian orang yang bertaubat menjauhi kehidupan untuk beribadah, dalam hal ini ada komentar, dimana tidak dibenarkan bahwa setiap orang yang bertaubat harus menempuh jalan ini : yaitu memutuskan dan berlaku zuhud dari mengambil sebab-sebab kehidupan dunia yang diperbolehkan, maka itulah rahbaniyyah (peribadatan dengan memutus dunia) yang kita dilarang darinya.
Maha benar Allh yang berfirman.
“Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi” [Al-Qashas : 77]
Karena sesungguhnya dari keistimewaan agama kita adalah berlaku lurus dan bersifat tengah
Tidak ada Rahbaniyyah dan juga tidak ada maadiyah (materialistis) dan hanyalah seorang muslim itu beribadah kepada Allah, berusaha dimuka bumi dengan beramal, artinya bekerja dengan hal yang pantas yang dapat mencukupi kebutuhannya, dan tidak menjadi beban bagi orang lain. Dan tidaklah dikenal dalam Islam memutuskan hidup hanya untuk beribadah saja melainkan setelah berlalu masa yang penuh keutamaan (masa para sahabat), sejak datangnya ajaran sufi yang berbuat bid’ah (amal yang tidak terdapat tuntunannya dari agama ini), dan telah diketahui sikap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap tiga orang yang bertanya tentang ibadah Rasulullah, shalatnya, puasanya, menikahnya. Maka tatkala mereka diberitahu seolah-olah mereka memandang amal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit. Maka mereka berketetapan untuk menyelisihi amal-amal itu, maka berkata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam.
“Artinya : Demi Allah sesungguhnya aku adalah manusia yang paling takut dan taqwa kepada Allah, akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan aku tidur, dan aku menikahi wanita-wanita, maka barangsiapa benci kepada sunnahku maka bukanlah termasuk golonganku” [Muttafaq ‘alaihi]
Abu Nu’aim mengutip dalam kitab “Al-Hilyah” dengan sanadnya kepada Ibrahim bin Sulaiman Az-Zayyat, dimana ia berkata :
“Adalah kami berada disisi Sufyan Ats-Tsauri, lalu datanglah seorang wanita dan mengeluhkan anak laki-lakinya, wanita itu berkata : “Wahai Abu Abdullah saya mendatangimu agar engkau menasehatinya? Maka Sufyan Ats-Tsauri berkata : Ya, datangkan anakmu itu”. Kemudian perempuan itu datang bersama anaknya, maka Sufyan Ats-Tsauri pun menasehati anak itu, setelah selesai berpalinglah anak itu pergi. Maka kembalillah wanita tadi sesudah beberapa waktu dan berkata : “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai Abu Abdullah (Sufyan Ats-Tsauri) dan ia pun menceritakan perilaku anaknya yang ia sukai setelah mendapat nasehat Sufyan Ats-Tsauri.
Setelah beberapa lama, datanglah kembali wanita itu dan berkata : “Wahai Abu Abdullah, annakku tidak pernah tidur dimalam hari, dan pada siang hari ia berpuasa, tidak makan dan tidak pula minum. Maka berkatalah Sufyan Ats-Tsauri : “Celaka anda, mengapa ia berbuat demikian ?” Wanita itu menjawab : “Untuk mencari hadits”. Maka Sufyan Ats-Tsauri berkata : “Harapkanlah dirimu darinya pahala dari sisi Allah” [Hilyatul Aulia 4/65,66]
Sufyan Ats-Tsauri adalah salah seorang ulama terkemuka, dan seorang yang banyak menyuruh kebaikan, tidaklah ia takut celaan orang yang suka mencela dijalan Allah, hingga berkata salah seorang diantara mereka ; “Adalah saya keluar bersama Sufyan Ats-Tsauri, maka hampir-hampir lisannya tidak putus dari menyuruh kebaikan dan melarang dari kemungkaran baik ketika pergi atau pulang” [Hilayatul Aulia]
Sebagaimana ia adalah seorang yang peduli dengan keadaan kaum muslimin, dan dari kisah tentang ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Yahya bin Yaman: Sufyan Ats-Tsauri dan Ibrahim bin Adham berbincang-bincang pada malam hari hingga subuh, adalah mereka berdua memperbincangkan masalah-masalah kaum muslimin.
Dan dalam kisah ini kita melihat bagusnya perangai wanita tadi dalam menyelesaikan problematika anaknya, ia pergi ke Sufyah Ats-Tsauri dan memaparkan masalah yang ia hadapi, dan meminta dari Sufyan Ats-Tsauri agar menasehati putranya. Dan kita telah membaca bagaimana Sufyan Ats-Tsauri menerima dengan cepat permintaan wanita itu, dan bagaimana baiknya perangai dan sikap tawadhunya, maka ia bersegera memenuhi permintaan itu dan menasehati anaknya, lalu perangai anak wanita itu menjadi baik, hingga datanglah wanita itu berterima kasih kepada Sufyan Ats-Tsauri atas perbuatan baiknya, dan tidak sampai disini saja hasil nasehat Sufyan Ats-Tsauri, bahkan anak itu bertambah keistiqomahan, akhlak serta perhatiannya dalam mencari ilmu dan hadits, yang menyebabkan wanita itu mengkisahkan keadaan anaknya pada kali ketiga, ia berkata : “Anakku tidak tidur pada malam hari dan ia berpuasa pada siang hari … untuk mencari hadits”.
Demikianlah nasehat itu berbekas dihati pemuda itu, hingga ia menjadi seorang yang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu hadits.
Sebagaimana kita menyaksikan bagaimana wanita itu memantau terus keadaan putranya, dan mengkhabarkannya kepada Sufyan Ats-Tsuri, dan ia mendapat manfaat sesudah itu dengan pendapat dan nasehat Sufyan Ats-Tsauri.
Inilah fenomena yang mulia dari dakwah Salafush Shalih, dan dalam kitab-kitab yang menjelaskan biografi salafush shalih banyak dijumpai kisah-kisah yang indah (dalam kehidupan mereka), barangsiapa ingin mengambil contoh maka hendaklah mengambil contoh orang yang sudah meninggal dunia (para sahabat nabi), karena orang yang masih hidup tidak aman darinya fitnah.
[Majalah Ad-Dakwah Edisi 1863
[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 09/Th.II/2004M/1424H. “Seorang Penyanyi Yang Bertaubat Ditangan Ibnu Mas’ud Penulis Syaikh Abdul Aziz Al-Abdul Latif. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Jl. Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya]
Sunday, October 22
sebuah hadits

Dari Al-harts bin Suwaid,dari Abdullah bin Mas`ud Radiallahu anhu ia berkata,aku mendengar Rasulullah bersabda,
"Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya yang beriman dari pada laki-laki yang singgah di sebuah wilayah padang pasir yang ganas,bersama tunggangannya yang membawa makanan dan minumannya,lalu ia meletakkan kepalanya dan tidur sejenak,tiba-tiba saat ia bangun tunggangannya telah tiada.Lalu ia mencarinya,hingga jika terik panas telah menyengat dan dahaga memuncak atau (terjadi) apa yang dikehendaki Allah lalu ia berkata,"Aku akan datang ke tempatku semula dan aku akan tidur hingga mati".kemudia ia meletakkan kepalanya diatas tangannya agar ia mati,lalu ia terbangun.TIba-tiba tunggangannya berada disisinya,bersama bekal dan minumannya.Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada orang ini dengan tunggangannya".(HR: Al-Bukhori dan Muslim) so,tunggu apalagi.mari buatlah Alloh bergembira dengan taubat kita.
insyaAllahu ta`ala
Saturday, October 21
Kehidupan sehari-hari
kehidupan sehari-hari
oleh:syaikh abdullah bin jaarullah bin ibarhim al jaarullah.
di kutip dari milist assunnah.
pertanyaan ini di tujukan kepada diri-diri yang rindu akan pertemuan dengan Rabbnya kelak.
1.apakah anda selalu sholat fajar berjama`ah di masjid setiap hari?
2.apakah anda selalu menjaga sholat yang lima waktu di masjid?
3.apakah anda hari ini membaca al-qur`an?
4.apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan sholat wajib?
5.apakah anda selalu menjaga sholat sunnah rawatib sebelum dan selesai sholat wajib?
6.apakah anda selalu khusyu dalam sholat,menghayati apa yang anda baca?
7.apakah anda (hari ini) mengingat mati dan kubur?
8.apakah anda (hari ini) mengingat kiamat,segala peristiwa dan kedahsyatannya?
9.apakah anda telah memohon kepada Alloh sebanyak tiga kali,agar memasukkan anda kedalam jannah?
10.apakah anda telah meminta perlindungan kepada Alloh agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali?
11.apakah anda (hari ini) membaca hadist rasulullah?
12.apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?
13.apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?
14.apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Alloh?
15.apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore?
16.apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Alloh atas dosa2 yang dilakukan?
17.apakah anda telah memohon kepada Alloh dengan benar untuk mati syahid?
18.apakah anda telah berdo`a kepada Alloh agar Ia menetapkan hati anda atas agamaNya?
19.apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo`a kepada Alloh di waktu2 mustajab?
20.apakah anda telah membeli buku2 islam untuk memahami agama?
21.apakah anda telah meminta ampunan kepada Alloh untuk saudara2 mukmin dan mukminah?
22.apakah anda telah memuji Alloh atas nikmat islam?
23.apakah anda telah memuji Alloh atas nikmat mata,telinga,hati dan segala nikmat lainnya?
24.apakah anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan org2 yg membutuhkan?
25.apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi,dan berusaha marah kepada Alloh?
26.apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri?
27.apakah anda telah mengunjungi saudara seagama,ikhlas karna Alloh?
28.apakah anda telah mendakwahi keluarga,saudara-saudara,tetangga dan siapa saja yang ada hubungan dengan diri anda?
29.apakah anda termasuk orang yang berbakti pada orang tua?
30.apakah anda mengucapkan Innalillahi wainnailahi rajiun ketika ditimpa musibah?
sekian dulu..semoga bermanfaat.dan jawabannya ada pada diri anda masing2
barakallahu feekum.
oleh:syaikh abdullah bin jaarullah bin ibarhim al jaarullah.
di kutip dari milist assunnah.
pertanyaan ini di tujukan kepada diri-diri yang rindu akan pertemuan dengan Rabbnya kelak.
1.apakah anda selalu sholat fajar berjama`ah di masjid setiap hari?
2.apakah anda selalu menjaga sholat yang lima waktu di masjid?
3.apakah anda hari ini membaca al-qur`an?
4.apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan sholat wajib?
5.apakah anda selalu menjaga sholat sunnah rawatib sebelum dan selesai sholat wajib?
6.apakah anda selalu khusyu dalam sholat,menghayati apa yang anda baca?
7.apakah anda (hari ini) mengingat mati dan kubur?
8.apakah anda (hari ini) mengingat kiamat,segala peristiwa dan kedahsyatannya?
9.apakah anda telah memohon kepada Alloh sebanyak tiga kali,agar memasukkan anda kedalam jannah?
10.apakah anda telah meminta perlindungan kepada Alloh agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali?
11.apakah anda (hari ini) membaca hadist rasulullah?
12.apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?
13.apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?
14.apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Alloh?
15.apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore?
16.apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Alloh atas dosa2 yang dilakukan?
17.apakah anda telah memohon kepada Alloh dengan benar untuk mati syahid?
18.apakah anda telah berdo`a kepada Alloh agar Ia menetapkan hati anda atas agamaNya?
19.apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo`a kepada Alloh di waktu2 mustajab?
20.apakah anda telah membeli buku2 islam untuk memahami agama?
21.apakah anda telah meminta ampunan kepada Alloh untuk saudara2 mukmin dan mukminah?
22.apakah anda telah memuji Alloh atas nikmat islam?
23.apakah anda telah memuji Alloh atas nikmat mata,telinga,hati dan segala nikmat lainnya?
24.apakah anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan org2 yg membutuhkan?
25.apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi,dan berusaha marah kepada Alloh?
26.apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri?
27.apakah anda telah mengunjungi saudara seagama,ikhlas karna Alloh?
28.apakah anda telah mendakwahi keluarga,saudara-saudara,tetangga dan siapa saja yang ada hubungan dengan diri anda?
29.apakah anda termasuk orang yang berbakti pada orang tua?
30.apakah anda mengucapkan Innalillahi wainnailahi rajiun ketika ditimpa musibah?
sekian dulu..semoga bermanfaat.dan jawabannya ada pada diri anda masing2
barakallahu feekum.
Saturday, October 7
bid`ah-bid`ah pada bulan ramadhan
assalamualaykum warahmatullah
puji syukur kepada Alloh dan shalawat serta salam kepada rasulullah,amma ba`du..
Satu hal yang menodai bulan ramadhan,yaitu munculnya amalan-amalan bid`ah yang banyak dilakukan oleh sebagian kaum muslimin.karna sudah turun temurun di lakukan,mereka anggap baik bid`ah tersebut,salah satu cara syetan menghalangi kebaikan bulan ini adalah dengan menebar amalan2 bid`ah.
berikut ini bid`ah2 pada bulan ramadhan.
1. bid`ah perayaan malam khatam al-qur`an.yakni berdo`a dengan suara keras secara berjamaah atau sendiri2 setelah mengkhatamkan al-qur`an.
2. bid`ah tashir.yakni membangunkan orang dengar berteriak,,sahur,,sahur,,perbuatan seperti ini tidak ada contohnya pada zaman rasulullah.tidak pula di perintahkan beliau,dan tidak juga para sahabat.
3. bid`ah perayaan nuzulul qur`an.perayaan ini di lakukan setiap tanggal 17 ramadhan..tidak ada amalan dan contoh dari rasulullah dan para sahabat.
4. menunda adzan magrib pada bulan ramadhan,dengan alasan kehati-hatian.hal ini bertentangan dengan perintah nabi yang menyuruh ummatnya untuk menyegerakan berbuka.
5. bid`ah megengan..yakni kenduri di rumah2 yang dilakukan pada malam2 ganjil pada 10 malam terakhir.
6. bid`ah takbiran dan memukul beduk pada malam iedul fitri.menurut sunnah nabi takbiran di mulai ketika keluar dari rumah menuju lapangan shalat `ied.
7. bid`ah dzikiran keras berjamaah di sela2 shalat taraweh.silahkan lihat kitab al madkhal karya ibnul haj 11/293-294
8.ucapan muadzin ketika disela-sela shalat taraweh.."shalatut tarawih wahimakumullah"
9. bid`ah melafalkan niat "nawaitu shauma ghadin..." tidak ada satu riwayat dari sahabat maupun tabi`in yang menyebut bahwa mereka melafazkan niat puasa seperti ini.
10.bid`ah memilih2 mesjid untuk taraweh di bulan ramadhan.rasulullah memerintahkan untuk sholat di mesjid yang terdekat dengan kita dan melarang memilih2.
11.bid`ah shalat khatam al qur`an pada bulan ramadhan,dengan melakukan sujud tilawah dalam satu raka`at.
12. membaca do`a khatam al qur`an setelah taraweh.
demikianlah beberapa bid`ah yang terjadi di bulan ramadhan.sebenarnya masih ada lagi bentuk2 bid`ah yang lainya,yang tidakbisa di sebutkan satu persatu di sini.hendaknya kaum muslimin menghindari amalan2 tersebut agar ramadhan ini suci dan tidak ternodai.walllahul musta`an.
di kutip dari "majalah NIKAH,edisi vol.5 september 2006" ttg menyambut bulan ramadhan
semoga bermanfaat insyaAllahu ta`ala.dan segala amalan ibadah kita di bulan yang suci ini menjadi tambahan pahala bagi kita dan menjadi pemberat timbangan kita di yaumul masyah kelak.hendaknya kita sentiasa melakukan amalan2 tak terkecuali di bulan ramadhan saja,baik ibadah sholat,dzakat,haji,jihad,tulabul ilmi dll,selalu berpedoman pada al qur`an was sunnah rasulillah salallahu `alaihi wasallam ala famis salaful ummah..mengumpulkan kita dalam kebaikan dan mensucikan qalbu ini dari segala macam subhat,bid`ah kesyirikan,khurafat dan kemunafikan.
dan memperolah nikmat "tambahan" di Jannah kelak.
sekian,,
assalamualaykum warahmatullah
puji syukur kepada Alloh dan shalawat serta salam kepada rasulullah,amma ba`du..
Satu hal yang menodai bulan ramadhan,yaitu munculnya amalan-amalan bid`ah yang banyak dilakukan oleh sebagian kaum muslimin.karna sudah turun temurun di lakukan,mereka anggap baik bid`ah tersebut,salah satu cara syetan menghalangi kebaikan bulan ini adalah dengan menebar amalan2 bid`ah.
berikut ini bid`ah2 pada bulan ramadhan.
1. bid`ah perayaan malam khatam al-qur`an.yakni berdo`a dengan suara keras secara berjamaah atau sendiri2 setelah mengkhatamkan al-qur`an.
2. bid`ah tashir.yakni membangunkan orang dengar berteriak,,sahur,,sahur,,perbuatan seperti ini tidak ada contohnya pada zaman rasulullah.tidak pula di perintahkan beliau,dan tidak juga para sahabat.
3. bid`ah perayaan nuzulul qur`an.perayaan ini di lakukan setiap tanggal 17 ramadhan..tidak ada amalan dan contoh dari rasulullah dan para sahabat.
4. menunda adzan magrib pada bulan ramadhan,dengan alasan kehati-hatian.hal ini bertentangan dengan perintah nabi yang menyuruh ummatnya untuk menyegerakan berbuka.
5. bid`ah megengan..yakni kenduri di rumah2 yang dilakukan pada malam2 ganjil pada 10 malam terakhir.
6. bid`ah takbiran dan memukul beduk pada malam iedul fitri.menurut sunnah nabi takbiran di mulai ketika keluar dari rumah menuju lapangan shalat `ied.
7. bid`ah dzikiran keras berjamaah di sela2 shalat taraweh.silahkan lihat kitab al madkhal karya ibnul haj 11/293-294
8.ucapan muadzin ketika disela-sela shalat taraweh.."shalatut tarawih wahimakumullah"
9. bid`ah melafalkan niat "nawaitu shauma ghadin..." tidak ada satu riwayat dari sahabat maupun tabi`in yang menyebut bahwa mereka melafazkan niat puasa seperti ini.
10.bid`ah memilih2 mesjid untuk taraweh di bulan ramadhan.rasulullah memerintahkan untuk sholat di mesjid yang terdekat dengan kita dan melarang memilih2.
11.bid`ah shalat khatam al qur`an pada bulan ramadhan,dengan melakukan sujud tilawah dalam satu raka`at.
12. membaca do`a khatam al qur`an setelah taraweh.
demikianlah beberapa bid`ah yang terjadi di bulan ramadhan.sebenarnya masih ada lagi bentuk2 bid`ah yang lainya,yang tidakbisa di sebutkan satu persatu di sini.hendaknya kaum muslimin menghindari amalan2 tersebut agar ramadhan ini suci dan tidak ternodai.walllahul musta`an.
di kutip dari "majalah NIKAH,edisi vol.5 september 2006" ttg menyambut bulan ramadhan
semoga bermanfaat insyaAllahu ta`ala.dan segala amalan ibadah kita di bulan yang suci ini menjadi tambahan pahala bagi kita dan menjadi pemberat timbangan kita di yaumul masyah kelak.hendaknya kita sentiasa melakukan amalan2 tak terkecuali di bulan ramadhan saja,baik ibadah sholat,dzakat,haji,jihad,tulabul ilmi dll,selalu berpedoman pada al qur`an was sunnah rasulillah salallahu `alaihi wasallam ala famis salaful ummah..mengumpulkan kita dalam kebaikan dan mensucikan qalbu ini dari segala macam subhat,bid`ah kesyirikan,khurafat dan kemunafikan.
dan memperolah nikmat "tambahan" di Jannah kelak.
sekian,,
assalamualaykum warahmatullah
Thursday, August 10
Dauroh KOBE ke-9 (12-15 agustus 2006)
Bismillah..
InsyaAlloh ikhwah di jepang akan mengadakan kembali dauroh kobe kali ini yg ke-9,kepada yg berkesempatan hadir maka insyaAlloh akan menambah elmu dien nya.
Kajian Islam Intensif - Daurah Kobe 9Plus! Bazar dan Perpustakaan Buku Islam
Berikut saya sampaikan persiapan yg telah kita lakukandan akan kita selesaikan bersama
I. Sudah dilakukan/direncanakan:
1. Waktu dan Tempat kegiatana. Waktu:Insya Allah akan diadakan:Sabtu-Selasa 12-15 Agustus 2006,pukul:10.00 - 17.00
b. Tempat:Mesjid Kobe - Sannomiya
Pertimbangan Waktu:Tgl2 tsb adalah hari libur *mayoritas* warga Indonesia se Jepangdan juga masih dalam masa berlaku 'Juhachi kippu sehingga diharapkan kegitan ini bisa menyerap banyak pesertabaik dari 'dalam negeri' Kobe sendiridan juga 'luar negeri' seperti osaka, kyoto, nagoya, nara, tokyo, fukuoka dll
Pertimbangan Tempat:Sesuai dgn cita-cita kita bersama untuk mengembalikan acara menuntut ilmu Syar'i ini ke Mesjid Kobe(Seperti KII-DK ke-1)sekaligus sebagai salah satu usaha untuk turut memakmurkan Mesjid Kobesebagai 'Mesjidnya kaum Muslimin Kobe' ... termasuk kita tentu saja
2. Pemateri, Materi dan Tempat Menginapa. Pemateri: Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawasb. Materi: Kajian Al Qur'an dan As Sunnahc. Tempat menginap: SunShine Mansion Kobeshi, Chuoku, Yamatedori 2-15-13 (Tepat blok sebelahnya mesjid kobe, 1-2 menit jalan kaki dari Mesjid Kobe)
Materi:Materi lengkap belum dikonfirmasinamun akan dibahas seputar masalah:d. Umum - Tanya Jawabe. Prinsip Dasar Islamf. Keyakinan dasar seorang Muslim
3. Bazar Buku. Telah dikirim 5 box buku, Insya Allah sampai pada minggu ini atau minggu depanb. Akan datang 1 box buku tambahan bersama dgn kedatangan Pemateri Insya Allah
contact person:
ibaraki: abu fauzi (090-64861758)
tokyo: hikam (090-80571112) & rubi (090-64865441)
nagano: gagat (090-65433228)
nagoya: dony h (090-91228723)
toyota: agung (090-93852163)
fukui: adrian r (080-55347768)
osaka : indra (lupa^_^)
kobe : joy rizki (090-20666914)
hiroshima: andy abu thalib (090-75966477)
saga : subhan a (090-75321075)
kagoshima : jhonni r (080-54239647)
semoga bermanfaat..
InsyaAlloh ikhwah di jepang akan mengadakan kembali dauroh kobe kali ini yg ke-9,kepada yg berkesempatan hadir maka insyaAlloh akan menambah elmu dien nya.
Kajian Islam Intensif - Daurah Kobe 9Plus! Bazar dan Perpustakaan Buku Islam
Berikut saya sampaikan persiapan yg telah kita lakukandan akan kita selesaikan bersama
I. Sudah dilakukan/direncanakan:
1. Waktu dan Tempat kegiatana. Waktu:Insya Allah akan diadakan:Sabtu-Selasa 12-15 Agustus 2006,pukul:10.00 - 17.00
b. Tempat:Mesjid Kobe - Sannomiya
Pertimbangan Waktu:Tgl2 tsb adalah hari libur *mayoritas* warga Indonesia se Jepangdan juga masih dalam masa berlaku 'Juhachi kippu sehingga diharapkan kegitan ini bisa menyerap banyak pesertabaik dari 'dalam negeri' Kobe sendiridan juga 'luar negeri' seperti osaka, kyoto, nagoya, nara, tokyo, fukuoka dll
Pertimbangan Tempat:Sesuai dgn cita-cita kita bersama untuk mengembalikan acara menuntut ilmu Syar'i ini ke Mesjid Kobe(Seperti KII-DK ke-1)sekaligus sebagai salah satu usaha untuk turut memakmurkan Mesjid Kobesebagai 'Mesjidnya kaum Muslimin Kobe' ... termasuk kita tentu saja
2. Pemateri, Materi dan Tempat Menginapa. Pemateri: Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawasb. Materi: Kajian Al Qur'an dan As Sunnahc. Tempat menginap: SunShine Mansion Kobeshi, Chuoku, Yamatedori 2-15-13 (Tepat blok sebelahnya mesjid kobe, 1-2 menit jalan kaki dari Mesjid Kobe)
Materi:Materi lengkap belum dikonfirmasinamun akan dibahas seputar masalah:d. Umum - Tanya Jawabe. Prinsip Dasar Islamf. Keyakinan dasar seorang Muslim
3. Bazar Buku. Telah dikirim 5 box buku, Insya Allah sampai pada minggu ini atau minggu depanb. Akan datang 1 box buku tambahan bersama dgn kedatangan Pemateri Insya Allah
contact person:
ibaraki: abu fauzi (090-64861758)
tokyo: hikam (090-80571112) & rubi (090-64865441)
nagano: gagat (090-65433228)
nagoya: dony h (090-91228723)
toyota: agung (090-93852163)
fukui: adrian r (080-55347768)
osaka : indra (lupa^_^)
kobe : joy rizki (090-20666914)
hiroshima: andy abu thalib (090-75966477)
saga : subhan a (090-75321075)
kagoshima : jhonni r (080-54239647)
semoga bermanfaat..
Sunday, July 9
Orang bodoh memberi fatwa
Diriwayatkan dari abu hurairah radhiallahu`anhu dari Rasulullah Salallahu `Alaihi Wasallam beliau berkata:
Akan tiba nanti atas umat manusia masa-masa penuh tipu daya.Para pembohong dianggap orang jujur sebaliknya orang jujur dicap pendusta.Orang yang berkhianat dianggap amanah dan orang yang amanah dianggap khianat.Dan para ruwaibidhah mulai angkat bicara!Ada yang berntanya:"Apakah itu ruwaibidhah?"Beliau menjawab:"Orang bodoh berkomentar tentang urusan rakyat banyak!" (HR: Ibnu Majah dan derajat hadits ini shahih)
Abu Syamah berkata:"Praktek bid`ah yang banyak dilakukan manusia sebabnya adalah ini!Seseorang dianggap ahli ilmu dan orang bertakwa padahal sebenarnya tidak demikian.Merekapun mendengar ucapannya dan meniru perbuatannya.Akibatnya kacaulah urusan mereka.Dalam hadits Tsauban dari Rasulullah Salallahu `Alaihi Wasallam beliau bersabda:
Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas dirimu adalah imam-imam yang menyesatkan.(HR:Ibnu Majah dan at-Tirmidzi,ia berkata:hadits ini hasan shahih)
Di dalam kitab "Ash Shahih"disebutkan bahwa Nabi Salallahu `Alaihi Wasallam pernah berkata:
Sesungguhnya Allah tidaklah mengangkat ilmu sekaligus dari umat manusia.Namun Allah mengangkatnya dengan mewafatkan para ulama.Sehingga apabila tidak lagi tersisa seorangpun ulama,manusia mengangkat orang jahil sebagai pemimpin.Ketika ditanya,mereka mengeluarkan fatwa tanpa dasar ilmu.Akhirnya mereka sesat lagi menyesatkan.
Imam Ath-Thurthuusyi Rahimahullah berkata:Resapilah hadits ini baik-baik.Sesungguhnya musibah meimpa manusia bukan karena ulama,bila para ulama telah wafat lalu orang-orang jahil mengeluarkan fatwa atas dasar kejahilannya,saat itulah musibah menimpa manusia.
di kutip dari:Madariku an nazhar fi as siyasah
karya:syaikh abdul malik ramadhani al jazairi
dalm bahasa indonesia:pandangan tajam terhadap politik (antara haq dan bathil 1) hal 193-194
terjemahan:abu ihsan alatsari
pustaka imam bukhori
Akan tiba nanti atas umat manusia masa-masa penuh tipu daya.Para pembohong dianggap orang jujur sebaliknya orang jujur dicap pendusta.Orang yang berkhianat dianggap amanah dan orang yang amanah dianggap khianat.Dan para ruwaibidhah mulai angkat bicara!Ada yang berntanya:"Apakah itu ruwaibidhah?"Beliau menjawab:"Orang bodoh berkomentar tentang urusan rakyat banyak!" (HR: Ibnu Majah dan derajat hadits ini shahih)
Abu Syamah berkata:"Praktek bid`ah yang banyak dilakukan manusia sebabnya adalah ini!Seseorang dianggap ahli ilmu dan orang bertakwa padahal sebenarnya tidak demikian.Merekapun mendengar ucapannya dan meniru perbuatannya.Akibatnya kacaulah urusan mereka.Dalam hadits Tsauban dari Rasulullah Salallahu `Alaihi Wasallam beliau bersabda:
Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas dirimu adalah imam-imam yang menyesatkan.(HR:Ibnu Majah dan at-Tirmidzi,ia berkata:hadits ini hasan shahih)
Di dalam kitab "Ash Shahih"disebutkan bahwa Nabi Salallahu `Alaihi Wasallam pernah berkata:
Sesungguhnya Allah tidaklah mengangkat ilmu sekaligus dari umat manusia.Namun Allah mengangkatnya dengan mewafatkan para ulama.Sehingga apabila tidak lagi tersisa seorangpun ulama,manusia mengangkat orang jahil sebagai pemimpin.Ketika ditanya,mereka mengeluarkan fatwa tanpa dasar ilmu.Akhirnya mereka sesat lagi menyesatkan.
Imam Ath-Thurthuusyi Rahimahullah berkata:Resapilah hadits ini baik-baik.Sesungguhnya musibah meimpa manusia bukan karena ulama,bila para ulama telah wafat lalu orang-orang jahil mengeluarkan fatwa atas dasar kejahilannya,saat itulah musibah menimpa manusia.
di kutip dari:Madariku an nazhar fi as siyasah
karya:syaikh abdul malik ramadhani al jazairi
dalm bahasa indonesia:pandangan tajam terhadap politik (antara haq dan bathil 1) hal 193-194
terjemahan:abu ihsan alatsari
pustaka imam bukhori
Thursday, June 29
ahlussunnah wal jama`ah tidak berpecah belah
di kutip dari:
Pandangan tajam terhadap politik
karya ; syaikh abdul malik ramadhan al jazairy
penterjemah ( Abu Ihsan Al-atsari ) hal 64-65
Satu dari sekian banyak mutiara hikmah yang di tuturkan oleh Abul Muzhaffar As-Sam`aani adalah :
"Salah satu bukti keberadaan ahlu hadist di atas al-Haq ialah sekiaranya anda menelaah kitab-kitab merekwa dari awal sampai akhirmyang terdahulu maupun yang sekarang,dari berbagai negeri dan zaman,meski tempat mereka berjauhan dan tiap-tiap mereka berdomisili ditempatnya masing-masing,niscaya anda dapati dalam menjelaskan masalah aqidah mereka satu jalur dan satu bentuk!.Mereka berjalan diatas satu pedoman,tidak menyimpang darinya dan tidak berbelok!Perkataan mereka satu,referensinya juga satu,tidak anda dapati perselisihan dan perpecahan di dalamnya meskippun dalam kadar yang sedikit.
Bahkan sekiranya anda kumpulkan seluruh perkataan-perkataan mereka dan perkataan yang mereka nukil dari kaum salaf,niscaya anda dapati seolah-olah mereka menjelma dari hati yang satu dan berbicara dengan lisan yang satu!Lalu adakah bukti yang lebih terang dari pada ini!Allah berfirman:
(artinya) " Maka apakah mereka tidak memperhatika al-Qur`an?Kalau kiranya al-Qur`an itu bukan dari sisi Allah,tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS;An-Nisaa`:82)
Dan Allah berfirman:
(artinya)"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,dan janganlah kamu bercerai-berai (QS;Al-Maidah:103)
Sebaliknya,jika anda lihat ahli hawa dan bid`ah,niscaya akan anda dapati mereka saling berpecah belah dan berselisih atau bergolong-golongan dan ber-hizb ria.Jarang sekali anda dapati dua orang dari mereka yang berada diatas satu prinsip aqidah!Mereka saling memvonis bid`ah satu sama lainnya,bahkan lebih jelek lagi,mereka juga saling memvonis kafir!Seorang anak mengkafirkan ayahnya,mengkafirkan saudaranya,mengkafirkan tetangganya!Anda dapati mereka selalu bersilang pendapat,daling membenci dan berselisih.Umur mereka habis sementara mereka belum juga bersepakat!
Allah berfirman:
(artinya) :"Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah.Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti (QS;59:14 )*
* nukilan kitab Al-Hujjah karya Qawwaamus Sunnah (II/225)
Pandangan tajam terhadap politik
karya ; syaikh abdul malik ramadhan al jazairy
penterjemah ( Abu Ihsan Al-atsari ) hal 64-65
Satu dari sekian banyak mutiara hikmah yang di tuturkan oleh Abul Muzhaffar As-Sam`aani adalah :
"Salah satu bukti keberadaan ahlu hadist di atas al-Haq ialah sekiaranya anda menelaah kitab-kitab merekwa dari awal sampai akhirmyang terdahulu maupun yang sekarang,dari berbagai negeri dan zaman,meski tempat mereka berjauhan dan tiap-tiap mereka berdomisili ditempatnya masing-masing,niscaya anda dapati dalam menjelaskan masalah aqidah mereka satu jalur dan satu bentuk!.Mereka berjalan diatas satu pedoman,tidak menyimpang darinya dan tidak berbelok!Perkataan mereka satu,referensinya juga satu,tidak anda dapati perselisihan dan perpecahan di dalamnya meskippun dalam kadar yang sedikit.
Bahkan sekiranya anda kumpulkan seluruh perkataan-perkataan mereka dan perkataan yang mereka nukil dari kaum salaf,niscaya anda dapati seolah-olah mereka menjelma dari hati yang satu dan berbicara dengan lisan yang satu!Lalu adakah bukti yang lebih terang dari pada ini!Allah berfirman:
(artinya) " Maka apakah mereka tidak memperhatika al-Qur`an?Kalau kiranya al-Qur`an itu bukan dari sisi Allah,tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS;An-Nisaa`:82)
Dan Allah berfirman:
(artinya)"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,dan janganlah kamu bercerai-berai (QS;Al-Maidah:103)
Sebaliknya,jika anda lihat ahli hawa dan bid`ah,niscaya akan anda dapati mereka saling berpecah belah dan berselisih atau bergolong-golongan dan ber-hizb ria.Jarang sekali anda dapati dua orang dari mereka yang berada diatas satu prinsip aqidah!Mereka saling memvonis bid`ah satu sama lainnya,bahkan lebih jelek lagi,mereka juga saling memvonis kafir!Seorang anak mengkafirkan ayahnya,mengkafirkan saudaranya,mengkafirkan tetangganya!Anda dapati mereka selalu bersilang pendapat,daling membenci dan berselisih.Umur mereka habis sementara mereka belum juga bersepakat!
Allah berfirman:
(artinya) :"Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah.Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti (QS;59:14 )*
* nukilan kitab Al-Hujjah karya Qawwaamus Sunnah (II/225)
Tuesday, May 16
Cinta dan Solusinya
Penyakit cinta dan solusinya
disalin ulang dari www.jilbab.or.id
Penyakit mabuk cinta (al isyq) akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan kepada selain-Nya.
Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengan-Nya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf 'alaihissalam,
''Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf pun termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih...(QS Yusuf : 24).
Nyatalah bahwa ikhlas merupakkan imunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya, berupa perbuatan jelek dan keji. Artinya, memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu. Berkata ulama salaf, ''Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang yang dicinta dan dipujanya.
Allah berfirman mengenai ibu Nabi Musa alaihissalam,''Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). (QS Al Qashash : 10).
Yakni kosong dari segala sesuatu, kecuali Musa; karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.Bagaimana Virus Ini Bisa Berjangkit?Penyakit al isyq terjadi karena dua sebab. Pertama, karena menganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua, perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya.
Jika salah satu dari dua faktor ini tak ada, niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.Makhluk Diciptakan Saling Mencari yang Sesuai DengannyaBerkata Ibnu Al Qayyim, ketetapan Allah dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya.
Secara fitrah saling tertarik dengan jenisnya, dan sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.Rahasia adanya pencampuran dan kesesuaian di alam ruh, menyebabkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah tegaknya urusan manusia. Allah berfirman,
''Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. (QS Al A'raf : 189).
Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tenteram dan senang seorang lelaki dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa. Tidak pula kerana adanya kesamaan dalam tujuan dan keinginan, ataupun kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk. Pun demikian tidak dipungkiri, bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.
Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadits,
''Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan bersatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.'' (HR. Bukhori dan Muslim)
Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan, bahwa asbabul wurud hadits ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah, ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya. Yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah Nabi mengucapkan hadits ini.Karena itulah syariat Allah menghukumi sesuatu sesuai jenisnya.
Mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan yang berbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain, maka jelaslah minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaidah persamaan dan sebaliknya.Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia. Lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat.
Allah berfirman,''(kepada malaikat diperintahkan), 'Kumpulkanlah orang-orang yang dhalim bersama teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah'.'' (QS Ash Shaffat : 22).Umar Ibnu Khattab dan setelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran 'azwajahum' yakni yang sesuai dan mirip dengannya.Allah juga berfirman,''dan apabila jiwa (ruh-ruh) dipertemukan. (QS At Takwir : 7).
Yakni setiap orang akan digiring beserta dengan orang-orang yang sama perilakunya. Allah akan menggiring sesama orang-orang yang saling mencintai karenaNya ke dalam surga, dan orang-orang yang saling berkasih-kasihan di atas jalan syetan digiring ke neraka jahim. Mau tidak mau, maka setiap orang akan digiring dengan siapa yang dicintainya.
Di dalam Mustadrak Al Isyq Hakim disebutkan, bahwa Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda,''Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum, kecuali akan digiring bersama mereka kelak''. (HR Ahmad) Cinta Dan Jenis-JenisnyaCinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan. Yang tertinggi dan paling mulia ialah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan didalam agama Allah).
Yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RosulNya. Cinta berikutnya adalah cinta yang karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, madzhab, ideologi, hubungan kekeluargaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.Diantara jenis cinta lainnya, yakni cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik karena kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis.
Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi - yaitu al mahabbah al 'ardiyah - akan hilang bersama hilangnya apa yang ingin didapatkan dari orang yang dicintainya. Yakinlah, bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu, akan meninggalkanmu ketika telah mendapatkan apa yang diinginkan darimu.Adapun cinta lainnya, yaitu cinta karena adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang menyinta dan yang dicinta.
Mahabbah al isyq termasuk cinta jenis ini. Tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. Cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa. Oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik berupa rasa was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.
Timbul pertanyaan, bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasmaran saja? Jika cinta ini perpaduan antara jiwa dan ruh, maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak dan bukan sepihak saja?
Jawabnya ialah, bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu. Atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasikan cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor. Pertama, bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan. Oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai. Terkadang yang dicintai justru lari darinya. Kedua, adanya penghalang sehingga seseorang tidak dapat mencintai orang yang dicintainya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga, adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.Jika penghalang ini dapat disingkirkan, maka akan terjalin benang-benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.Terapi Penyakit Al-IsyqSebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu.
Diantara terapi tersebut ialah sebagai berikut.Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam shahihain dari riwayat Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
''Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa. Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina).
Hadits ini memberikan dua solusi, utama dan pengganti. Solusi utama dalah menikah. Jika solusi ini dapat dilakukan, maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,''Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan.''
Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya,''Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS. An Nisa: 28).Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikan terhadap hamba-Nya. Dan Allah mengetahui kelemahan manusia dalam menahan syahwatnya, sehingga memperbolehkan para wanita yang baik-baik dua, tiga, ataupun empat. Sebagaimana Allah memperbolehkan mendatangi budak-budak wanita mereka.
Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka membutuhkannya sebagai peredam syahwat. Demikianlah keringanan dan rahmat-Nya terhadap makhluk yang lemah ini.Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan akibat tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar'i dan takdir, maka penyakit ini bisa semakin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan pada dirinya, bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi. Lebih baik baginya untuk segera melupakannya.
Jiwa yang telah memutus harapan untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, dapat mempengaruhi keadaan jiwanya hingga semakin menyimpang jauh.Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain. Yaitu dengan mengajak akalnya berfikir, bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dijangkaunya itu ibarat perbuatan gila. Ibarat pungguk merindukan bulan.
Bukankah orang-orang akan menganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya terhalang karena larangan syariat, maka terapinya yaitu dengan menganggap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan yaitu dengan menjauhkan dirinya dari orang yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu ke arah yang diinginkannya tertutup, dan mustahil tercapai.Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, handaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal.Pertama, karena takut (kepada Allah).
Yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, tentu akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dan menggantikannya dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit.
Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun berkhayal terbang melayang jauh, maka ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan. Akhirnya sirnalah segala keindahan semu. Yang tertinggal hanyalah keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.Kedua, keyakinan bahwa resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika gagal melupakan yang dikasihinya. Dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus. Yaitu gagal mendapatkan kekasih yang diinginkannya, serta bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya.
Jika yakin bakal mendapatkan dua hal menyakitkan ini, niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta. Dia akan berpikir, bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama, harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar, demi mendapatkan kebahagiaan abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kedhalimannya akan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya. Sungguh, orang yang terhindar ialah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak menerima terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemaslahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsu dapat menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang bakal diterimanya.
Lebih parah lagi, dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilan dan kemaslahatannya.Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi keburukan kekasihnya dan hal-hal yang dapat membuatnya menjauh darinya. Jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya, niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan daripada keindahannya. Hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada di sekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang belum diketahuinya. Sebab, sebagaimana kecantikan sebagai faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya, maka demikian pula kejelekan merupakan pendorong kuat agar dapat membenci dan menjauhinya.
Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan terpedaya karena kecantikan kulit, dan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak atau kusta. Tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannya kepada kejelekan sikap dan perilakunya. Hendaklah dia mentutup matanya dair kencantikan fisik dan melihat kepada kejelekan yang diceritakan mengenai hatinya.Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir yaitu mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah penolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepada-Nya. Hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaran-Nya sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksanakan terapi akhir ini, maka sesungguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya. Jangan menjelek-jelekkan kekasihnya dan mempermalukannya di hadapan manusia ataupun menyakitinya. Sebab hal tersebut merupakan kedzaliman dan melampaui batas.
Penutup
Demikianlah kiat-kiat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun ibarat kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum terkena virus ini, maka lebih baik menghindar. Bagaimana cara mengindarinya? Tidak lain, yaitu dengan tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Semoga pembahasan ini bermanfaat.Sumber: Majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun VI/1423 H/2002 M (dari tulisan Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah dalam kitab beliau Zadul Ma'ad Fi Hadyi Khairi Ibad)
''Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf pun termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih...(QS Yusuf : 24).
Nyatalah bahwa ikhlas merupakkan imunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya, berupa perbuatan jelek dan keji. Artinya, memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu. Berkata ulama salaf, ''Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang yang dicinta dan dipujanya.
Allah berfirman mengenai ibu Nabi Musa alaihissalam,''Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). (QS Al Qashash : 10).
Yakni kosong dari segala sesuatu, kecuali Musa; karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.Bagaimana Virus Ini Bisa Berjangkit?Penyakit al isyq terjadi karena dua sebab. Pertama, karena menganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua, perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya.
Jika salah satu dari dua faktor ini tak ada, niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.Makhluk Diciptakan Saling Mencari yang Sesuai DengannyaBerkata Ibnu Al Qayyim, ketetapan Allah dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya.
Secara fitrah saling tertarik dengan jenisnya, dan sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.Rahasia adanya pencampuran dan kesesuaian di alam ruh, menyebabkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah tegaknya urusan manusia. Allah berfirman,
''Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. (QS Al A'raf : 189).
Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tenteram dan senang seorang lelaki dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa. Tidak pula kerana adanya kesamaan dalam tujuan dan keinginan, ataupun kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk. Pun demikian tidak dipungkiri, bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.
Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadits,
''Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan bersatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.'' (HR. Bukhori dan Muslim)
Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan, bahwa asbabul wurud hadits ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah, ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya. Yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah Nabi mengucapkan hadits ini.Karena itulah syariat Allah menghukumi sesuatu sesuai jenisnya.
Mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan yang berbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain, maka jelaslah minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaidah persamaan dan sebaliknya.Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia. Lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat.
Allah berfirman,''(kepada malaikat diperintahkan), 'Kumpulkanlah orang-orang yang dhalim bersama teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah'.'' (QS Ash Shaffat : 22).Umar Ibnu Khattab dan setelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran 'azwajahum' yakni yang sesuai dan mirip dengannya.Allah juga berfirman,''dan apabila jiwa (ruh-ruh) dipertemukan. (QS At Takwir : 7).
Yakni setiap orang akan digiring beserta dengan orang-orang yang sama perilakunya. Allah akan menggiring sesama orang-orang yang saling mencintai karenaNya ke dalam surga, dan orang-orang yang saling berkasih-kasihan di atas jalan syetan digiring ke neraka jahim. Mau tidak mau, maka setiap orang akan digiring dengan siapa yang dicintainya.
Di dalam Mustadrak Al Isyq Hakim disebutkan, bahwa Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda,''Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum, kecuali akan digiring bersama mereka kelak''. (HR Ahmad) Cinta Dan Jenis-JenisnyaCinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan. Yang tertinggi dan paling mulia ialah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan didalam agama Allah).
Yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RosulNya. Cinta berikutnya adalah cinta yang karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, madzhab, ideologi, hubungan kekeluargaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.Diantara jenis cinta lainnya, yakni cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik karena kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis.
Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi - yaitu al mahabbah al 'ardiyah - akan hilang bersama hilangnya apa yang ingin didapatkan dari orang yang dicintainya. Yakinlah, bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu, akan meninggalkanmu ketika telah mendapatkan apa yang diinginkan darimu.Adapun cinta lainnya, yaitu cinta karena adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang menyinta dan yang dicinta.
Mahabbah al isyq termasuk cinta jenis ini. Tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. Cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa. Oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik berupa rasa was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.
Timbul pertanyaan, bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasmaran saja? Jika cinta ini perpaduan antara jiwa dan ruh, maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak dan bukan sepihak saja?
Jawabnya ialah, bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu. Atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasikan cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor. Pertama, bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan. Oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai. Terkadang yang dicintai justru lari darinya. Kedua, adanya penghalang sehingga seseorang tidak dapat mencintai orang yang dicintainya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga, adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.Jika penghalang ini dapat disingkirkan, maka akan terjalin benang-benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.Terapi Penyakit Al-IsyqSebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu.
Diantara terapi tersebut ialah sebagai berikut.Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam shahihain dari riwayat Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
''Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa. Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina).
Hadits ini memberikan dua solusi, utama dan pengganti. Solusi utama dalah menikah. Jika solusi ini dapat dilakukan, maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,''Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan.''
Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya,''Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS. An Nisa: 28).Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikan terhadap hamba-Nya. Dan Allah mengetahui kelemahan manusia dalam menahan syahwatnya, sehingga memperbolehkan para wanita yang baik-baik dua, tiga, ataupun empat. Sebagaimana Allah memperbolehkan mendatangi budak-budak wanita mereka.
Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka membutuhkannya sebagai peredam syahwat. Demikianlah keringanan dan rahmat-Nya terhadap makhluk yang lemah ini.Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan akibat tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar'i dan takdir, maka penyakit ini bisa semakin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan pada dirinya, bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi. Lebih baik baginya untuk segera melupakannya.
Jiwa yang telah memutus harapan untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, dapat mempengaruhi keadaan jiwanya hingga semakin menyimpang jauh.Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain. Yaitu dengan mengajak akalnya berfikir, bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dijangkaunya itu ibarat perbuatan gila. Ibarat pungguk merindukan bulan.
Bukankah orang-orang akan menganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya terhalang karena larangan syariat, maka terapinya yaitu dengan menganggap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan yaitu dengan menjauhkan dirinya dari orang yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu ke arah yang diinginkannya tertutup, dan mustahil tercapai.Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, handaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal.Pertama, karena takut (kepada Allah).
Yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, tentu akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dan menggantikannya dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit.
Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun berkhayal terbang melayang jauh, maka ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan. Akhirnya sirnalah segala keindahan semu. Yang tertinggal hanyalah keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.Kedua, keyakinan bahwa resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika gagal melupakan yang dikasihinya. Dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus. Yaitu gagal mendapatkan kekasih yang diinginkannya, serta bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya.
Jika yakin bakal mendapatkan dua hal menyakitkan ini, niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta. Dia akan berpikir, bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama, harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar, demi mendapatkan kebahagiaan abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kedhalimannya akan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya. Sungguh, orang yang terhindar ialah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak menerima terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemaslahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsu dapat menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang bakal diterimanya.
Lebih parah lagi, dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilan dan kemaslahatannya.Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi keburukan kekasihnya dan hal-hal yang dapat membuatnya menjauh darinya. Jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya, niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan daripada keindahannya. Hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada di sekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang belum diketahuinya. Sebab, sebagaimana kecantikan sebagai faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya, maka demikian pula kejelekan merupakan pendorong kuat agar dapat membenci dan menjauhinya.
Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan terpedaya karena kecantikan kulit, dan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak atau kusta. Tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannya kepada kejelekan sikap dan perilakunya. Hendaklah dia mentutup matanya dair kencantikan fisik dan melihat kepada kejelekan yang diceritakan mengenai hatinya.Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir yaitu mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah penolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepada-Nya. Hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaran-Nya sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksanakan terapi akhir ini, maka sesungguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya. Jangan menjelek-jelekkan kekasihnya dan mempermalukannya di hadapan manusia ataupun menyakitinya. Sebab hal tersebut merupakan kedzaliman dan melampaui batas.
Penutup
Demikianlah kiat-kiat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun ibarat kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum terkena virus ini, maka lebih baik menghindar. Bagaimana cara mengindarinya? Tidak lain, yaitu dengan tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Semoga pembahasan ini bermanfaat.Sumber: Majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun VI/1423 H/2002 M (dari tulisan Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah dalam kitab beliau Zadul Ma'ad Fi Hadyi Khairi Ibad)
Monday, May 1
MELIHAT ALLAH DI AKHIRAT
Melihat Allah di akhirat
Soal :
Benarkah Allah bisa dilihat di akhirat nanti?Apa dalilnya,dan mana pendapat yang rajih (kuat)dalam masalah ini?
Jawab:
Menurut Ahlus Sunnah wal jama`ah,melihat Allah di hari akhirat adalah pasti kebenarannya,dan barang siapa yang mengingkarinya berarti kafir.Orang-orang mukmin akan melihatNya pada hari kiamat dan ketika mereka berada di dalam syurga sebagaimana di kehendaki Allah.keyakinan seperti ini berdasarkan ijma` Ahlus Sunnah.Dasarnya adalah firman Allah :
( وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ . إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ﴿القيامة : 23-22
"Wajah-wajah ( orang-orang mukmin ) pada hari ituberseri-seri.Mereka melihat Rabbnya "( Al-Qiyamah:22-23 )
Allah juga berfirman :
" Bagi orang-orang yang berbuat ihsan,ada pahala yang terbaik dan tambahan." (Yunus:26)
Nabi Salallahu `Alaihi Wasallam menafsirkan tambahan dengan kenikmatan melihat wajah Allah.Di sebut pula dalam hadits bahwa orang-orang beriman akan melihat Rabb mereka pada hari kiamat dan ketika dalam jannah.
Adapun dalam kehidupan dunia,maka tiada seorangpun yang bisa melihat Allah.Allah berfirman:
( لاَّ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴿الأنعام :103
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. "[Al-An'am 103]
Allah pernah berfirman kepada Nabi Musa (lantarani) " kamu tidak akan bisa melihatku " Al-A`raf:143.
Disebutkan pula bahwa Nabi Salallahu `Alaihi Wasallam bersabda:
" Ketahuilah bahwa tiada seorangpun yang akan bisa melihat Allah hinnga ia mati ".
Melihat Allah merupakan kenikmatan yang tertinggi penghuni jannah.sedangkan dunia kita ini adalah bukan tempat kenikmatan,akan tetapi merupakan tempat bersusah payah,bersedih dan tempat pemberian beban atau tempat usaha.jadi Allah tidak bisa di lihat di dunia sekarang ini,akan tetapi di akhirat nanti orang-orang beriman akan melihatNya.
Sedangkan orang-orang kafir,di akhiratpun nanti tetap tidak bisa melihat Allah,karena mereka dihalangi untuk melihatNya.Allah berfirman :
(كَلَّا إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ ﴿المطففين : 15
"Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka." [Al-Muthaffifiin 15]
( syaikh Abdullah bin Bazz )
di kutip dari :
Soal-jawab masalah aqidah dan tauhid
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
pustaka at-tibyan-solo-
Soal :
Benarkah Allah bisa dilihat di akhirat nanti?Apa dalilnya,dan mana pendapat yang rajih (kuat)dalam masalah ini?
Jawab:
Menurut Ahlus Sunnah wal jama`ah,melihat Allah di hari akhirat adalah pasti kebenarannya,dan barang siapa yang mengingkarinya berarti kafir.Orang-orang mukmin akan melihatNya pada hari kiamat dan ketika mereka berada di dalam syurga sebagaimana di kehendaki Allah.keyakinan seperti ini berdasarkan ijma` Ahlus Sunnah.Dasarnya adalah firman Allah :
( وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ . إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ﴿القيامة : 23-22
"Wajah-wajah ( orang-orang mukmin ) pada hari ituberseri-seri.Mereka melihat Rabbnya "( Al-Qiyamah:22-23 )
Allah juga berfirman :
" Bagi orang-orang yang berbuat ihsan,ada pahala yang terbaik dan tambahan." (Yunus:26)
Nabi Salallahu `Alaihi Wasallam menafsirkan tambahan dengan kenikmatan melihat wajah Allah.Di sebut pula dalam hadits bahwa orang-orang beriman akan melihat Rabb mereka pada hari kiamat dan ketika dalam jannah.
Adapun dalam kehidupan dunia,maka tiada seorangpun yang bisa melihat Allah.Allah berfirman:
( لاَّ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴿الأنعام :103
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. "[Al-An'am 103]
Allah pernah berfirman kepada Nabi Musa (lantarani) " kamu tidak akan bisa melihatku " Al-A`raf:143.
Disebutkan pula bahwa Nabi Salallahu `Alaihi Wasallam bersabda:
" Ketahuilah bahwa tiada seorangpun yang akan bisa melihat Allah hinnga ia mati ".
Melihat Allah merupakan kenikmatan yang tertinggi penghuni jannah.sedangkan dunia kita ini adalah bukan tempat kenikmatan,akan tetapi merupakan tempat bersusah payah,bersedih dan tempat pemberian beban atau tempat usaha.jadi Allah tidak bisa di lihat di dunia sekarang ini,akan tetapi di akhirat nanti orang-orang beriman akan melihatNya.
Sedangkan orang-orang kafir,di akhiratpun nanti tetap tidak bisa melihat Allah,karena mereka dihalangi untuk melihatNya.Allah berfirman :
(كَلَّا إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ ﴿المطففين : 15
"Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka." [Al-Muthaffifiin 15]
( syaikh Abdullah bin Bazz )
di kutip dari :
Soal-jawab masalah aqidah dan tauhid
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
pustaka at-tibyan-solo-
Thursday, April 27
sikap terhadap perbedaan mazhab
Sikap Seorang Muslim Terhadap Perbedaan Madzhab
Ulama: Syaikh Ibnu Baz
Kategori: Ilmu - Fatwa
Pertanyaan:Bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap per-bedaan-perbedaan madzhab yang menyebar di berbagai golongan dan kelompok?
Jawaban:
Yang wajib baginya adalah memegang yang haq, yaitu yang ditunjukkan oleh Kitabullah dan Sunnah RasulNya -shollallaahu 'alaihi wasallam- serta loyal terhadap yang haq dan mempertahankannya. Setiap golongan atau madzhab yang bertentangan dengan yang haq, maka ia wajib berlepas diri darinya dan tidak menyepakatinya.
Agama Allah hanya satu, yaitu jalan yang lurus, yakni ber-ibadah hanya kepada Allah semata dan mengikuti RasulNya, Muhammad -shollallaahu'alaihi wasallam-.Maka yang diwajibkan kepada setiap muslim adalah memegang yang haq dan konsisten dalam melaksanakannya, yaitu mentaati Allah dan mengikuti syari’atNya yang telah diajarkan oleh NabiNya, Muhammad -shollallaahu'alaihi wasallam-, disertai ikhlas karena Allah dalam melaksanakannya dan tidak memalingkan ibadah sedikit pun kepada selain Allah -subhanahu wa ta'ala-.
Karena itu, setiap madzhab yang menyelisihi yang haq dan setiap golongan yang tidak menganut aqidah ini, harus dijauhi dan harus berlepas diri darinya serta mengajak para penganutnya untuk kembali kepada yang haq dengan mengungkapkan dalil-dalil syar'iyyah yang disertai kelembutan dan menggunakan metode yang tepat sambil menasehati yang haq pada mereka dengan kesabaran.
Sumber:Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 5, hal. 157-158, Syaikh Ibnu Baz. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.
Ulama: Syaikh Ibnu Baz
Kategori: Ilmu - Fatwa
Pertanyaan:Bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap per-bedaan-perbedaan madzhab yang menyebar di berbagai golongan dan kelompok?
Jawaban:
Yang wajib baginya adalah memegang yang haq, yaitu yang ditunjukkan oleh Kitabullah dan Sunnah RasulNya -shollallaahu 'alaihi wasallam- serta loyal terhadap yang haq dan mempertahankannya. Setiap golongan atau madzhab yang bertentangan dengan yang haq, maka ia wajib berlepas diri darinya dan tidak menyepakatinya.
Agama Allah hanya satu, yaitu jalan yang lurus, yakni ber-ibadah hanya kepada Allah semata dan mengikuti RasulNya, Muhammad -shollallaahu'alaihi wasallam-.Maka yang diwajibkan kepada setiap muslim adalah memegang yang haq dan konsisten dalam melaksanakannya, yaitu mentaati Allah dan mengikuti syari’atNya yang telah diajarkan oleh NabiNya, Muhammad -shollallaahu'alaihi wasallam-, disertai ikhlas karena Allah dalam melaksanakannya dan tidak memalingkan ibadah sedikit pun kepada selain Allah -subhanahu wa ta'ala-.
Karena itu, setiap madzhab yang menyelisihi yang haq dan setiap golongan yang tidak menganut aqidah ini, harus dijauhi dan harus berlepas diri darinya serta mengajak para penganutnya untuk kembali kepada yang haq dengan mengungkapkan dalil-dalil syar'iyyah yang disertai kelembutan dan menggunakan metode yang tepat sambil menasehati yang haq pada mereka dengan kesabaran.
Sumber:Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 5, hal. 157-158, Syaikh Ibnu Baz. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.
Wednesday, April 5
salafi adalah sebuah golongan???
Apakah Orang Yang Dinamakan Salafi Dianggap Sebagai Orang Yang Membentuk Golongan ?
Rabu, 5 April 2006 11:43:38 WIB
Kategori : Manhaj
APAKAH ORANG YANG DINAMAKAN SALAFI DIANGGAP SEBAGAI ORANG YANG MEMBENTUK GOLONGAN (MUTAHAZZIB)?
dari www.almanhaj.or.id
OlehSyaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-FauzanPertanyaanSyaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Apakah orang yang dinamakan salafi dianggap sebagai orang yang membentuk golongan/mutahazzib?JawabanPenamaan salafi, bila sebenarnya (bukan sekedar nama belaka) adalah tidak mengapa[1]. Yang tidak boleh bila hanya dakwaan saja ... Oleh karenanya tidak boleh memakai nama salafiyah, bila tidak diatas manhaj salaf. Sebagaimana contoh, Al-Asy誕riyah (pengikut manhaj Al-Asy誕ri), mereka mengatakan kami Ahlus Sunnah wal Jama誕h. Bagi mereka, penamaan (klaim) semacam itu tidak bisa, sebab mereka tidak diatas manhaj Ahlus Sunnah wal Jama誕h. Begitu juga dengan yang selainnya.
Ibarat syair:Semua mengaku ada hubungan (cinta) dengan Laila.Namun Laila tidak mengakui ada hubungan (cinta) dengan merekaOrang-orang yang mengaku bahwa dirinya di atas manhaj Ahlu Sunnah wal Jama誕h, haruslah mengikuti jalan Ahlus Sunnah wal Jama誕h dan meninggalkan orang-orang yang menyelisihinya.
Sungguh hal yang tidak mungkin seseorang menyatukan antara biawak dan ikan paus, atau antara binatang melata yang ada di padang luas dengan binatang melata yang ada di laut, atau antara api dengan air dalam satu wadah. Yang jelas orang yang mengaku di atas manhaj salaf harus membedakan dirinya dengan yang lain.[Disalin dari kitab Al-Ajwibatu Al-Mufiah 羨n-As-ilah Al-Manahij Al-Jadidah, edisi Indonesia Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah, Pengumpul Risalah Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Penerjemah Muhaimin, Penerbit Yayasan Al-Madinah]
oote Note[1]. Berkata Syaikh Islam Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa (4/140) :Tidak ada aib atas orang menampakkan madzhab salaf, menghubungkan dan serta menisbatkan diri kepadanya. Bahkan wajib menerima yang demikian itu berdasarkan ittifaq (kesepakatan). Sesungguhnya madzhab salaf adalah madzhab yang benar.
Saya (Abu Abdillah) berkata : Perhatikan saudaraku pembaca, perkataan Syaikh Al-Islam yang beliau ucapkan sekitar abad 8 hijriyah seakan-akan beliau membantah sebagian orang pada saat ini, yang menisbatkan dirinya seagai ahli ilmu yang berkata: 腺arangsiapa yang mewajibkan seseorang -dengan kewajiban yang sebenarnya- bahwa dia harus menjadi ikhwani (pengikut IM), atau Salafi, atau Sururi, atau Tablighi (pengikut Jama誕h Tabligh), sesunguhnya dia diperintah untuk bertaubat (dari sikapnya). Jika tidak bertaubat maka dibunuh!・ Dia katakan dalam kaset ketika berdialog dengan para pemuda.
Saya (Abu Abdillah) berkata : 全ubhanahallah ! Bagaimana dia membolehkan dirinya menggabungkan antara manhaj salaf yang benar dengan manhaj-manhaj dan kelompok-kelompok bid誕h yang sesat dan bathil ! Pertanyaan kami untuk orang yang hidup di negeri tauhid ini dan mempunyai karya untuk meraih gelas Magister : 遷ika bukan manhaj salaf, lalu harus manhaj apa ..?・br /> Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz 卜ufti Saudi- ketika ditanya : 羨pa yang anda katakan terhadap orang yang menamakan dirinya Salafi atau Atsari, apakah itu merupakan penyucian ?
Maka beliau hafizhahullah menjawab : Apabila benar dia itu pengikut atsar atau pengikut manhaj salaf, tidak apa-apa. Seperti yang ada pada salaf dikatakan : Fulan Salafi, Fulan Atsari, merupakan pembersihan atas dirinya dari penyimpangan-penyimpangan. Maka pembersihan itu adalah wajib. [Dinukil dari rekaman ceramah beliau dengan judul 滴ak Seorang Muslim・pada tanggal 16/1/1413H di Thaif.]
Syaikh Bakar Abu Zaid berkata : 羨pabila dikatakan As-Salaf atau As-Salafiyun atau As-Salafiyah, ini menisbatkan kepada Salaf As-Shalih, yakni seluruh sahabat Radhiyallahu 疎nhum dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan tanpa condong kepada hawa nafsuinya... Dan orang-orang yang tetap diatas manhaj Nabi Shallallahu 疎laihi wa sallam, mereka dinisbatkan kepada Salaf Ash-Shalih. Kepada mereka ditakan As-Salaf, As-Salafiyun. Yang menisbatkan kepada mereka dinamakan Salafi, dan itu wajib baginya. Karena sesungguhnya lafazh Salaf adalah Salafu Ash-Shalih. Lafazh ini secara mutlak, yakni setiap orang yang berteladan kepada sahabat Radhiyallahu 疎nhum.
Walaupun dia hidup pada zaman kita ini, harus seperti ini, inilah kalimat ahlu ilmi, Itulah penisbatan dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Bukan merupakan formalitas dan tidak terpisah sedikitpun dari generasi yang pertama, bahkan itu penisbatan dari mereka dan kembali kepada mereka. Sedangkan orang yang menyelisihi As-Salaf, hanya berdasarkan nama atau formalitas belaka, maka jangan. Walaupun mereka hidup sezaman dengan para Salafu Al-Ummah dan setelah mereka・
[Dinukil dari Hukmu Al-Intima hal. 36]Saya (Abu Abdillah) berkata ; 善enisbatan ini terdapat dalam kitab-kitab biografi dan sejarah. Imam Adz-Dzahabi berkata tentang biografi Muhammad bin Muhammad Al-Bahrani, 船ia mempunyai dien yang baik yang salafi・ Lihat Mu男am Asy-Syuyukh (2/280). Beliau juga berkata tentang biografi Ahmad bin Ahmad bin Nu知an Al-Maqdisi, 船ia di atas akidah Salaf・ Lihat Mu男am Asy-Syuyukh (1/34).Jadi penisbatan kepada Salaf adalah penisbatan yang harus, sehingga jelaslah bagi Salafi (pengikut salaf) terhadap al-haq dari perkara yang tersembunyi di belakang mereka. Oleh karena itu tidak terjadi kesamaran bagi orang yang ingin berteladan dan tumbuh di atas manhaj mereka.
Rabu, 5 April 2006 11:43:38 WIB
Kategori : Manhaj
APAKAH ORANG YANG DINAMAKAN SALAFI DIANGGAP SEBAGAI ORANG YANG MEMBENTUK GOLONGAN (MUTAHAZZIB)?
dari www.almanhaj.or.id
OlehSyaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-FauzanPertanyaanSyaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Apakah orang yang dinamakan salafi dianggap sebagai orang yang membentuk golongan/mutahazzib?JawabanPenamaan salafi, bila sebenarnya (bukan sekedar nama belaka) adalah tidak mengapa[1]. Yang tidak boleh bila hanya dakwaan saja ... Oleh karenanya tidak boleh memakai nama salafiyah, bila tidak diatas manhaj salaf. Sebagaimana contoh, Al-Asy誕riyah (pengikut manhaj Al-Asy誕ri), mereka mengatakan kami Ahlus Sunnah wal Jama誕h. Bagi mereka, penamaan (klaim) semacam itu tidak bisa, sebab mereka tidak diatas manhaj Ahlus Sunnah wal Jama誕h. Begitu juga dengan yang selainnya.
Ibarat syair:Semua mengaku ada hubungan (cinta) dengan Laila.Namun Laila tidak mengakui ada hubungan (cinta) dengan merekaOrang-orang yang mengaku bahwa dirinya di atas manhaj Ahlu Sunnah wal Jama誕h, haruslah mengikuti jalan Ahlus Sunnah wal Jama誕h dan meninggalkan orang-orang yang menyelisihinya.
Sungguh hal yang tidak mungkin seseorang menyatukan antara biawak dan ikan paus, atau antara binatang melata yang ada di padang luas dengan binatang melata yang ada di laut, atau antara api dengan air dalam satu wadah. Yang jelas orang yang mengaku di atas manhaj salaf harus membedakan dirinya dengan yang lain.[Disalin dari kitab Al-Ajwibatu Al-Mufiah 羨n-As-ilah Al-Manahij Al-Jadidah, edisi Indonesia Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah, Pengumpul Risalah Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Penerjemah Muhaimin, Penerbit Yayasan Al-Madinah]
oote Note[1]. Berkata Syaikh Islam Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa (4/140) :Tidak ada aib atas orang menampakkan madzhab salaf, menghubungkan dan serta menisbatkan diri kepadanya. Bahkan wajib menerima yang demikian itu berdasarkan ittifaq (kesepakatan). Sesungguhnya madzhab salaf adalah madzhab yang benar.
Saya (Abu Abdillah) berkata : Perhatikan saudaraku pembaca, perkataan Syaikh Al-Islam yang beliau ucapkan sekitar abad 8 hijriyah seakan-akan beliau membantah sebagian orang pada saat ini, yang menisbatkan dirinya seagai ahli ilmu yang berkata: 腺arangsiapa yang mewajibkan seseorang -dengan kewajiban yang sebenarnya- bahwa dia harus menjadi ikhwani (pengikut IM), atau Salafi, atau Sururi, atau Tablighi (pengikut Jama誕h Tabligh), sesunguhnya dia diperintah untuk bertaubat (dari sikapnya). Jika tidak bertaubat maka dibunuh!・ Dia katakan dalam kaset ketika berdialog dengan para pemuda.
Saya (Abu Abdillah) berkata : 全ubhanahallah ! Bagaimana dia membolehkan dirinya menggabungkan antara manhaj salaf yang benar dengan manhaj-manhaj dan kelompok-kelompok bid誕h yang sesat dan bathil ! Pertanyaan kami untuk orang yang hidup di negeri tauhid ini dan mempunyai karya untuk meraih gelas Magister : 遷ika bukan manhaj salaf, lalu harus manhaj apa ..?・br /> Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz 卜ufti Saudi- ketika ditanya : 羨pa yang anda katakan terhadap orang yang menamakan dirinya Salafi atau Atsari, apakah itu merupakan penyucian ?
Maka beliau hafizhahullah menjawab : Apabila benar dia itu pengikut atsar atau pengikut manhaj salaf, tidak apa-apa. Seperti yang ada pada salaf dikatakan : Fulan Salafi, Fulan Atsari, merupakan pembersihan atas dirinya dari penyimpangan-penyimpangan. Maka pembersihan itu adalah wajib. [Dinukil dari rekaman ceramah beliau dengan judul 滴ak Seorang Muslim・pada tanggal 16/1/1413H di Thaif.]
Syaikh Bakar Abu Zaid berkata : 羨pabila dikatakan As-Salaf atau As-Salafiyun atau As-Salafiyah, ini menisbatkan kepada Salaf As-Shalih, yakni seluruh sahabat Radhiyallahu 疎nhum dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan tanpa condong kepada hawa nafsuinya... Dan orang-orang yang tetap diatas manhaj Nabi Shallallahu 疎laihi wa sallam, mereka dinisbatkan kepada Salaf Ash-Shalih. Kepada mereka ditakan As-Salaf, As-Salafiyun. Yang menisbatkan kepada mereka dinamakan Salafi, dan itu wajib baginya. Karena sesungguhnya lafazh Salaf adalah Salafu Ash-Shalih. Lafazh ini secara mutlak, yakni setiap orang yang berteladan kepada sahabat Radhiyallahu 疎nhum.
Walaupun dia hidup pada zaman kita ini, harus seperti ini, inilah kalimat ahlu ilmi, Itulah penisbatan dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Bukan merupakan formalitas dan tidak terpisah sedikitpun dari generasi yang pertama, bahkan itu penisbatan dari mereka dan kembali kepada mereka. Sedangkan orang yang menyelisihi As-Salaf, hanya berdasarkan nama atau formalitas belaka, maka jangan. Walaupun mereka hidup sezaman dengan para Salafu Al-Ummah dan setelah mereka・
[Dinukil dari Hukmu Al-Intima hal. 36]Saya (Abu Abdillah) berkata ; 善enisbatan ini terdapat dalam kitab-kitab biografi dan sejarah. Imam Adz-Dzahabi berkata tentang biografi Muhammad bin Muhammad Al-Bahrani, 船ia mempunyai dien yang baik yang salafi・ Lihat Mu男am Asy-Syuyukh (2/280). Beliau juga berkata tentang biografi Ahmad bin Ahmad bin Nu知an Al-Maqdisi, 船ia di atas akidah Salaf・ Lihat Mu男am Asy-Syuyukh (1/34).Jadi penisbatan kepada Salaf adalah penisbatan yang harus, sehingga jelaslah bagi Salafi (pengikut salaf) terhadap al-haq dari perkara yang tersembunyi di belakang mereka. Oleh karena itu tidak terjadi kesamaran bagi orang yang ingin berteladan dan tumbuh di atas manhaj mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)